Tampilkan postingan dengan label spesial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label spesial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Agustus 2012

EPISODE KEHIDUPAN


by Fajar Burnama



Kebahagiaan bagai berlian di dalam sebuah laci yang terkunci pada lemari yang terkunci di dalam kamar yang terkunci di sebuah rumah yang terkunci dengan pagar tinggi yang terkunci, begitulah gambaran seorang ulama.
Dalam perjalanan hidup manusia, tentu yang diharapkan adalah kebahagiaan terus-menerus alias bahagia selalu, tapi mungkinkah? Hal ini mungkin terjadi apabila ukuran kebahagiaan kita adalah iman, sehingga setiap waktu kita akan merasa bahagia karena meyakini setiap episode kehidupan adalah buah dari kasih sayang Allah. Tetapi menjadi tidak mungkin manakala ukuran kebahagiaan semata nafsu dan prasangka.
Perhatikan firman Allah dalam Al-Qur’an:”Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.”(QS. Ar-Ra’du [13]: 29)

Yang Lalu Biar Berlalu


from book: LAA TAHZAN (DR. AIDH' AL QARNI)

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan didalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam 'ruang' penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam 'penjara' pengacuhan selamanya. Atau, diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu!

Jumat, 29 Juli 2011

MARHABAN YAA RAMADHAN




Angin kemuliaan telah berhembus, menerpa kalbu yang haus sentuhan. Cahaya keridhoan memancar menusuk kegelapan nurani dan pemikiran. kehidupan terasa berlalu tak bernilai. Hela nafas serasa tak ada harganya. Kini waktu peringatan telah datang. Kesempatan tuk membina semuanya ndari awal dan merajut impian masa datang yang gemilang. Ramadhan yang mulia tengah menyapa dengan senyuman merekah menenangkan jiwa dan menyadarkan perhatian.

Akankah kau ku acuhkan kali ini. Di saat kurasa rintangan dan ancaman datang dari segala arah. Di saat kian bingung aku dengan pilihan prioritas. Kini ku berdiri di persimpangan yang mudah tapi terasa amat sulit tuk memilih. Dulu pun aku rasa tak terlalu bagus, kini, entahlah.

Ragam program masih kupikirkan untuk membuatmu semarak dan kian bermakna. Perbaikan dan pengobatan raga dan hati yang seakan tak hidup dengan wajar. Berdiam diri telah seakan kesibukan yang tak mau hilang. Potensi yang menggunung pun seakan tak ada entah kemana. Prasangka telah kian menguras tenaga dan air mata tak bermakna. Bukan! bukan seperti ini yang kuinginkan, bukan ini yang kuharapkan, bukan ini yang kuidam-idamkan.

Keteguhan hati pada Ilahi yang serasa tak bertaji. Dimana kekuatan iman yang dulu kurasa hinggap di dada. Terduduk pun aku bisa merasakan kehadirannya, dulu. Kini, entahlah, aku tak tahu betapa aku telah amat terperosok pada jebakan kemilau panca indera yang melenakan. Waktu kuabaikan dan ilmu kudiamkan tak bergerak. Astaghfirullah... Ampuni hamba-Mu ini Yaa Allah.

Tapi tekadku kurasa bulat, saat inilah kesempatan yang paling berharga buatku. Apapun mereka lakukan tuk menggodaku akan aku hadang dentgan sekuat tenaga. Tak kan kuindahkan nyanyian merdu mereka. Kan kututup mata, telinga, hati pada semua yang menjerumuskan aku pada kehinaan yang tiada tara. Kumohon kekuatan dari-Mu. Moga Ramadhanku kali ini terbaik, terindah, dan paling bermakna. tunggu kelahiranku.......

Kamis, 30 Desember 2010

JAWABAN UAS SID

by fajarburn

Jawaban :


1. Sebutkan dan jelaskan enam alasan mengapa sistem informasi sangat penting bagi kegiatan dakwah!

- Membuat pengambilan keputusan akan lebih efektif dilakukan dan sistematis serta tepat juga cepat, dengan adanya perangkat-perangkat sistem informasi seperti DSS, ESS, dll

- Menjadikan penyusunan perencanaan akan lebih rapih dan terarah karena didukung dengan data dan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, dengan adanya data yang lengkap dalam databadse

- Membuat pengawasan dalam aktifitas dakwah bisa terus dilakukan, dengan berbagai aplikasi dan fitur sistem informasi

- Evaluasi proses dakwah bisa lebih mengena dan terukur karena telah tersedia program untuk hal tersebut

- Mempermudah hubungan antar organisasi dakwah dengan sistem telekomunikasi dalam sistem informasi

2. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi? Kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan oleh sistem informasi?

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersamasama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :

a. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur

b. Unsurunsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

c. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian­kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.

Senin, 06 Desember 2010

CITA-CITA TAHUN 1432 HIJRIYAH

CITA-CITA TAHUN 1432 HIJRIYAH


1 LULUS KULIAH
2 NGAJI TAFSIR KONTINYU
3 NGAJI HADITS KONTINYU
4 NULIS ARTIKEL DAN BUKU TIAP HARI
5 MENCARI CALON JODOH YANG TERBAIK
6 MENAMBAH PENDAPATAN
7 MEMPERBAIKI AKHLAQ
8 TAHAJJUD TIAP HARI
9 PERHARI MINIMAL 1 JUZ ALQUR'AN, MAKNA
10 PELAJARI TATA CARA IBADAH LEBIH INTENSIF

Sabtu, 27 November 2010

BAGIAN SKRIPSI


-IBN AKHDHAR-


PENGERTIAN:

Latar Belakang Masalah

Identifikasi Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Kegunaan Penelitian

Landasan Teoritis Dan Kerangka Berpikir

Metode Penelitian


LATAR BELAKANG MASALAH

Adalah pemerian lebih lanjut daqri pengantar dan perumusan masalah. Disii kita menopang penrnyataan-pernyataan sebelumnya dengan menggunakan teknik-teknik pengembngan pokok bahasan : penjelasan, ilustrasi, analogi, kutipan dari orang-orang atau lembaga-lrmbaga yang memiliki otoritas, statistik, dan argumentasi logis yang kita tarik dari pernyataan-pernyataan sebelumnya.

point-point yang sebaiknya ada dalam latar belakang masalah, bisa jadi, hanya dinyatakan sebagai berikut:

  • Latar belakang masalah berupa pengantar mengenai arti penting topik tersebut untuk diteliti, alur berpikir hingga muncul permasalahan, yang diakhiri oleh perumusan masalah yang berbentuk kalimat tanya.
  • Latar belakang masalah menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
  • Latar belakang masalah adalah perumusan dari masalah dan faedah yang diharapkan dari penulisan skripsi.



Selasa, 16 November 2010

refleksi tahun berulang

- by fajar ibn akhdhar -

Semilir angin mengurai bulu-bulu di tubuh. Di ujung perjuangan meraih bintang satu dalam pendidikan, tuaku semakin mengemuka. diwarnai bermacam peristiwa alam yang memilukan negeri, aku harus kokoh berdiri menatap hidup yang sebenarnya. Prematur kurasa banyak hal dalam diriku di umur ini. Beragam dosa masih biasa kulakukan, jangan sampai semuanya kuanggap benar. Amal dan bakti masih sangat langka kujalani, dengan alasan kurang motivasi.

Kali ini aku mesti membuktikan diri sebagai pemilik kecerdasan yang memang dikaruniakan Sang Pemilik Hidup bagi para pemimpin bumi. Kecerdasan yang belum teraktivasi apalagi termaksimalkan. Ketika dihadapkan pada situasi sulit seringkali aku salah bersikap. Ketika tak ada seorangpun menatap, kulakukan sesusaku. Dimana kecerdasan itu?

Saat ini adalah saatnya kuhitung diri sebelum tiba saatnya hari perhitungan yang pasti datang menyapa. Kuraba kekurangan diri dengan jujur dan bijak. Kubayangkan siksa kelak yang pasti menghampiri karena kesalahan diri. Alangkah takut hati ini karena tak sanggup memimpin dengan baik. Padahal memang ia tk dibina dengan baik, banyak kesal, benci dan dusta.

Di Waktu ini kuhadapkan diri pada harapan yang indah di masa datang. Semua ingin dan harap itu aku hujamnkan dalam laku dan tindak yang mewarnai hari-hari. Sadari waktu tak akan kembali bermula, kuingin tak lengah selamanya. Degan kualitas diri yang kurasa besar aku ingin meraih semua bahkan selebihnya. Moga Yang Kuasa sepakat dengan apa yang kusuka.

Kini, kuhaturkan pada semua yang mengenalku, ampuni diri yang tak mampu memelihara hubungan ini. Kusadari aku sering lupa diri, menghinakan dan tak acuh pada kalian. Kutundukkan jumawa diri, kutundukkan tinggi hati, kubaringkan angkuh diri dengan harap kalian memberi kesempatan tuk sekian kalinya. Mari kita bersama-sama meraih mimpi yang haqiqi dengan bahagia hati dan ridho Ilahi. (15/11/01)

Senin, 01 Februari 2010

AKUMULASI MASALAH MASYARAKAT

oleh Fajar Burnama


Sangat memilukan! Manusia kini senang berkonflik dan saling membenci. Mulai dari konflik kepentingan sampai menimbulkan konflik fisik yang semakin menggurita. Belum lama kita menyimak informasi mengenai tawuran antar pelajar, mahasiswa, dan kampung di berbagai daerah, kemudian penertiban pedagang kaki lima di beberapa daerah yang berakhir bentrok antara petugas dan pedagang. Belum lagi konflik akibat hasil pemilu yang tidak sejalan dengan ekspektasi, sampai harus saling serang dan mencelakakan. Mengapa semua ini terjadi ?

Kalau kita selidiki, semua hal ini disebabkan oleh akumulasi permasalahan yang menimpa masyarakat. Masalah itu mencakup masalah ekonomi, sosial, politik, budaya, seni, dan lainnya. Ekonomi masyarakat yang kian memprihatinkan, sulitnya lapangan kerja, baik karena ketiadaan lowongan hingga ketiadaan kemampuan (skill). Ditambah sistem ekonomi kapitalis yang mencekik para pengusaha kecil dan menguntungkan para pemodal besar. Diperparah lagi dengan maraknya skandal ekonomi para penguasa dan pengambil kebijakan, seperti skandal Bank Century yang belum juga terpecahkan.

Sosial, kini orang lebih mementingkan dirinya sendiri alias egosentris, orang kaya tidak memperdulikan orang miskin, orang lapang tidak lagi merangkul orang yang berada di dalam kesempitan. Yang terjadi kini, orang kaya semakin kaya, orang miskin kian melarat. Kesenjangan sosial semakin menganga, banyak artis pamer kekayaan di TV tanpa menghiraukan perasan khalayaknya.

Politik, masyarakat bingung dengan kondisi saat ini, mereka hanya dijadikan komoditas oleh para elit, suara mereka begitu dibutuhkan, tapi aspirasi mereka tidak dihiraukan. Belum lagi maraknya PEMILU yang memakan biaya yang sangat banyak, menambah daftar panjang masalah, betapa tidak, dengan biaya yang tidak sedikit itu jika diguynakan untuk memberi makan orang miskin, berapa juta perut bisa dibuat kenyang. Juga konflik horizontal yang terjadi akibat “jagoan”-nya kalah, mereka diperdaya oleh para elit yang biadab untuk melakukan kekerasan dan kebrutalan.

Krisis kepemimpinan pun terjadi, masyarakat kian hari semakin kehilangan arah kehidupan, tidak ada sosok pemimpin yang bisa mengarahkan mereka menuju kebaikan. Para pejabat pun asyik dengan pemenuhan ambisi pribadinya dan di waktu yang sama acuh terhadap rakyat kecil. Para wakil rakyat di\ parlemen pun menunjukkan model kepemimpinan yang payah, cara mereka bicara yang tak mau kalah, dan keras kepala, membuat rakyat kecewa.

Budaya, kita pun semakin terbuai dengan budaya asing yang merusak. Negeri kita yang dulu betapa membanggakan di mata dunia karena kekayaan budayanya, kini luntur sudah. Kita sepakat bahwa tidak semua budaya asing itu buruk, tapi celakanya kebanyakan yang dicontoh dan dipelihara oleh kebanyakan masyarakat kita, terutama generasi muda adalah hal;-hal yang buruk dan tercela. Seni, dewasa ini seni dijadikan dalih oleh sebagian orang untuk menutupi kerendahan etika dan moralnya. Manakala lukisan bugil disebut sebagai ekspresi seni, maka ini sungguh membahayakan.. Belum masalah-masalah yang lain yang juga sangat mengkhawatirkan.

Masyarakat umum, terutama menengah ke bawah, terkesan tidak lagi mengindahkan mana benar dan salah, mana baik dan buruk karena gelapnya mata, tertutup oleh kabut masalah yang lebat. Secara psikologis, seseorang akan senantiasa mencari kepuasan dirinya. Yang menjadi malapetaka adalah manakala orang tidak lagi memperhatikan rambu-rambu yang berlaku dalam memenuhi kepuasan dirinya.

Kehidupan dewasa ini yang semakin sulit, menurut kebanyakan orang, menjadikan masyarakat mengidap penyakit yang kian meradang, yakni lupa daratan. Penyakit yang satu ini sangat sulit disembuhkan. Kita lebih senang mengurusi masalah dengan prespektif sekuler, sehingga yang menjadi tolok ukur kehidupannya adalah hal-hal yang bersifat keduniaan. Kita halalkan segala cara untuk mendapatkan kepuasan. Injak bawah, sikut kanan, sikut kiri, dan jilat atas menjadi keseharian kita.

Karena hakikat dari kehidupan ini adalah ujian, maka kebahagiaan dan kesedihan serta kesulitan menjadi keniscayaan. Adanya malam karena adanya siang, adanya kebaikan karena adanya kejahatan, begitu pula adanya kekayaan tentu karena adanya kemiskinan. Inilah keadilan Tuhan, semuanya diciptakan seimbang dan berpasangan. Laki-laki tiada artinya tanpa kehadiran wanita, begitu pula wanita yang akan tidak berdaya tanpa kehadiran laki-laki.

Setiap manusia harus siap menghadapi kenyataan yang akan terjadi. Saat kita bahagia kita harus menyiapkan diri untuk menyongsong kesedihan yang pasti akan menjelang. Saat kita sedih, sabarlah karena kebahagiaan akan segera menyapa. Kita harus mampu menghadapi kebahagiaan dan kesedihan dengan sikap yang terbaik. Hidup ini adalah pilihan yang menuntut kita untuk mampu memilih yang terbaik. Semakin kita mampu memilih hal yang terbaik dalam kehidupan saat ini, kelak kita akan mendapatkan yang terbaik di kehidupan yang akan datang. Tapi bila yang kita pilih justru hal yang buruk, bersiaplah untuk mendapatkan yang serupa nanti.

Rabu, 05 Agustus 2009

The trully Artist, "Mbah Surip"

oleh Adib Akhdhar





Artist yang sebenarnya adalah yang melakukan semuanya dari hati. Artis yang sebenarnya adalah yang melakukan semuanya dengan niat yang mulia. Artis yang sebenarnya adalah yang lebih menekankan pada tuntunan dalam tontonannya.

Tidak salah memang bisa kita bilang bahwa Mbah Surip adalah "The trully Artist", betapa tidak, beliau telah mendedikasikan hidup hingga matinya untuk seni. Dengan gaya yang bersahaja dan penampilan nyentrik dan karyanya yang sangat fenomenal dalam waktu yang memang tepat berhasil membius masyarakat Indonesia. Lagunya yang sangat sederhana dan mudah dihafal meski dengan genre musik yang kurang populer di negeri ini, yaitu regge, dengan gemilang mengangkat namanya ke deretan penyanyi papan atas.

Tidak kurang uang miliaran rupiah telah diraupnya di dunia keartiasannya. Ia selalu berusaha untuk tersenyum di hadapan penggemarnya, meski barangkali ia sedang sedih, gelisah atau bahkan sakit. Itulah the trully artist. Penampilan memang penting, dan ia telah memperhatikannya dengan baik, dengan rambut gimbal yang menjadi cirinya yang khas, ia pun kerap berpakaian nyentrik ala musisi regge. Dan terbukti banyak yang suka dengan penampilannya.

Di saat banyaknya artis-artis abru yang hanya menonjolkan kecantikan atau n ketampanan meski tanpa kemampuan apa pun, juga banyak yang terkenal dengan banyak membuat sensasi yang ngawur dan memalukan, beliau hadir dengan memberi tren baru di dunia artis, ia hadir tidak dengan ketampanannya atau dengan sensasi ngawurnya melainkan dengan karyanya yang enak dinikmati masyarakat.

Kamis, 25 Juni 2009

MABIT TK/TPA IREMAS MBCU

PENDAHULUAN

Segala puji milik Allah Tuhan semesta alam penguasa setiap jiwa makhluk di muka bumi. Sholawat dan salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada UtusanNya yamg mulia pemilik akhlaq Qur’ani yakni Nai Muhammad saw, beserta keluarganya, para seahabatnya dan seluruh ummat yang cinta padanya, amiin yaa robal ‘alamiin.
Islam sebagai pedoman hidup bagi seluruh ummat Diturunkan oleh Allah untuk menjawab segala permasalahan yang ada, sungguh segalanya adalah kecil di hadapan Yang Maha Perkasa. Akhlaq manusia yang dewasa ini jauh dari Qur’an dan Sunnah nabi adalah tantangan kita sebagai insane pilihan Allah untuk menegakkan kembali nilai-nilai keagungan islam, betapa indah hidup di dunia dengan islam dan Insya Allah jaminan kebahagiaan di akhirat kelak, kebahagiaan yang haqiqi.
Mari kita tumbuhkan kembali kecintaan kita kepada kepada Makhluk Allah yang mulia, pada diri beliau terdapat suri tauladan yang baik yang harus menjadi acuan setiap perilaku kita dalam kehidupan yang sementara ini, semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan dan keteguhan dalam kebaikan amiin.

2. LANDASAN PEMIKIRAN

Q.S.Luqman 12-13. Allah Swt Berfirman :

12. Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji".
13. Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

Q.S. Al-Mujadalah.11 Allah Swt Berfirman :

11. Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

H.R Al-Bukhari, At-Tirmidzi, Ibn Majah, Al-Hakim, Al-Baihaqi :

“Seorang Mukmin tidak akan mencapai derajat taqwa hingga meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir terjerumus ke dalam hal-hal yang haram”


3. BENTUK KEGIATAN

Acara – acara yang kami laksanakan dalam bentuk :

1.Mabit
2.Talim
3.Tilawah Al-Qur'an
4.Shalat Malam
5.Olah Raga


4.TUJUAN

1.Mendorong dan menjadikan setiap individu Muslim untuk senatiasa aktif dalam mencari ilmu dan tsaqofah islam.
2.Mengisi liburan dengan kegiatan - kegiatan yang bermakna.
3.Membina setiap individu muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah.
4.Dalam rangka meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.

5.TEMA KEGIATAN

“BUKAN SUPERMAN”

6.Sasaran

Sasaran dari kegiatan adalah :
1.Santri TK/TPA
2.Ummat secara umum

7. Waktu Pelaksanaan

Hari Sabtu-Minggu 4 - 5 Juli 2009

8. Tempat Pelaksanaan

Masjid Besar Cimahi Utara dan sekitarnya


tim assatidz IREMAS

Rabu, 03 Juni 2009

SUKAWANA ON VACATION






Bersama-sama TKA/TPA Masjid Besar Cimahi Utara dan IREMAS mania kami rihlah ke Kebon Teh Sukawana

CIWIDEY ON VACATION
















BERSAMA KAWAN-KAWAN ANGGOTA IKATAN REMAJA MASJID BESAR CIMAHI UTARA AKU MENGADAKAN RIHLAH,,, DENGAN MENGENDARAI ANGKOT YANG SEDERHANA DAN SEMPAT MOGOK DI TENGAH PERJALANAN, NAMUN KAMI SANGAT MENIKMATINYA. SITU PATENGGANG MENJADI TUJUAN UTAMA KAMI...

DENGAN HATI GEMBIRA DAN SEGAR KAMI NIKMATI SETIAP MOMENT, PHOTO BARENG, MAKAN BARENG, DAN NAIK PERAHU BANRENG...

OH TERNYATA SITU PATENGGANG PUNYA CIRI KAHS JUGA, MEREKA MENAMAKANNYA BATU CINTA... KONON KALO ADA PASANGAN YANG DATANG KE SANA BAKAL LANGGENG, TAPI GA PERCAYA TUGH!!!

PADA PENASARAN??? COBAIN AJAH DIJAMIN LIBURAN KAMU BAKAL BERKESAN!!! DAN INGAT INI SALAH SATU POTENSI WISATA LOKAL YANG PERLU KITA BANGGAKAN. THX'

Sabtu, 30 Mei 2009

Siapa Mahasiswa


Usia bertambah, kedewasaan lazimnya juga bertambah. Itulah mahasiswa, di tingkat pendidikan tertinggi, di usia yang semakin matang, tentu sangat menuntut mereka untuk mengembangkan pemikiran, memperkokoh jiwa, dan menguatkan tubuh. Dengan memaksimalkan waktu yang ada untuk melakukan semua hal itu, maka seluruh mahasiswa adalah SDM yang siap guna, mereka kompeten, dewasa, tahan uji, dan yang pasti berjiwa pejuang (high of fighting spirit).
Kenyataan ternyata berkata lain, di banyak universitas, khususnya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, masih terdapat banyak mahasiswa yang kekanak-kanakan. Diakui atau tidak, itulah yang terjadi. Apa indikasinya? Mudah saja, diawali dengan motivasi belajar mereka yang sangat lemah, malas kuliah, malas mengerjakan tugas, malas baca buku, malas diskusi adalah hal-hal yang diidap oleh banyak mahasiswa. Di saat banyak orang yang dengan keterbatasannya tidak mampu kuliah alias jadi mahasiswa padahal keinginan mereka begitu besar, di saat yang bersamaan mereka yang sudah jadi mahasiswa malah asal-asalan.
Berikutnya, mereka lebih bangga akan status mereka sebagai mahasiswa, tetapi tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Betapa tidak, wacana yang terdapat dalam otak mereka tidak lagi menjadi mahasiswa yang rajin belajar dan berprestasi yang kemudian bisa membuat bangga orang tuanya, seperti halnya yang diungkapkan oleh seorang pakar1 berkaitan dengan motivasi, yaitu N-Ach (Need for Achievement) kebutuhan akan prestasi, yang harus menjadi motivasi manusia dalam melakukan apapun Kini, mereka lebih berlaku hedonis, karena yang terfikir adalah bagaimana caranya saya bisa meraih kesenangan meskipun hanya untuk sesaat.
Itulah dampak dari rencana besar musuh peradaban2, yang kian hari kian tampak keberhasilannya dalam merusak mindset generasi muda bangsa kita. Di semua lini kehidupan generasi muda berhasil mereka masuki, mulai dari fashion, film, fun, freethinker, food, dan lain sebagainya. Kalau kita sebagai orang tua tidak segera sadar akan bahaya yang mengancam, maka tunggulah akibat puncaknya. Bila kita generasi muda enggan untuk sadar dan merenungi semuanya, maka rasakanlah masa depanmu yang suram.

PEMBAHASAN

Tujuan setiap pendidikan adalah menjadikan manusia seutuhnya atau memanusiakan manusia. Dan setiap komponen dari pendidikan itu harus senantiasa beriringan (sinergy), mulai dari sarana dan prasarana yang lengkap dan memadai, tenaga pengajar (yang bukan hanya sebagai pentransfer ilmu) yang profesional dan bertanggung jawab juga berdedikasi tinggi, serta peserta didik yang rajin (high of fighting spirit), taat aturan, dan konsekuen serta berkomitmen. Kita rasakan bersama bahwa sarana dan prasarana yang ada di UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini masih jauh dari memadai, meski kami akui barangkali inisesuai dengan dana pendidikan yang ada. Belum lagi tentang kualitas tenaga pengajar (dosen) yang sejatinya mereka itu sangat kompeten, namun responsibility dan dedikasi mereka yang masih sangat butuh perbaikan. Terakhir kondisi peserta didik yang sudah diungkapkan di awal.
Hal berikutnya yang juga sangat penting adalah kegiatan penunjang pendidikan terutama di universitas, yakni kegiatan extrakulikuler. Organisasi merupakan wadah yang berfungsi sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan bersama. ilmu-ilmu yang bisa kita dapatkan dalam berorganisasi di antaranya adalah ilmu kepemimpinan, berbicara di depan umum (public speaking), manajemen, dan ilmu – ilmu lain yang melatih kita untuk dapat berkembang dan terbiasa memecahkan suatu permasalahan (problem solving). Intinya pada saat kita memasuki sebuah organisasi sekolah ataupun kampus, hal itu harus menunjang pada tujuan inti kita, yakni menjadi manusia seutuhnya.
Yang harus diperhatikan oleh mahasiswa yang aktif di organisasi-organisasi kampus adalah sebagai berikut :
1.Membenahi niat awal memasuki suatu organisasi kemahasiswaan, bila kita salah niat maka segalanya tidak akan berfaedah.3 Seorang pemuda yang ingin menolong seseorang dan ia berhasil menata niatnya, ternyata ia mendapatkan balasan yang sangat menakjukkan dari bantunnya itu, sedangkan pemuda yang lain melakukannya dengan niat yang keliru, manakala ia tidak mendapatkan balasan seperti yang diperoleh pemuda yang pertama, maka kekecewaan yang pasti dirasakannya.
2.Masuki organisasi yang sangat menekankan pada pengembangan anggotanya, sehingga kualitas diri kita meningkat dan pada saatnya nanti setiap anggota mampu untuk mengembangkan masyarakat. Menjadi Agent of Change yang handal.4
3.Masuki organisasi yang jelas visi dan misinya serta keterkitan (relevansi) antara kegiatan-kegiatan yang dilakukan dengan visi dan misinya. Semakin banyak hal yang dilakukan, sejatinya semakin mendekatkan kita pada goal yang kita inginkan. Tetapi manakala telah banyak hal yang kita lakukan, akan tetapi tujuan tidak kunjung dekat, boleh jadi relevansi usaha atau kegiatan kita dengan goal yang hendak dicapai masih perlu diperbaiki.5
4. Berusahalah untuk fokus6 dan serius dalam melakukan semuanya, dengan semua itu semua pasti bisa dibereskan.
5.Terakhir, ingat kewajiban utama kita tetaplah melaksanakan kontrak kuliah dan terus belajar, organisasi hanya sebagai penunjang yang jangan sampai mengalahkan prioritas.
Dengan melakukan hal-hal tadi, maka kegiatan extrakulikuler yang dilakukan oleh mahasiswa akan menemukan makna dan manfaat yang sesungguhnya. Sehingga istilah mahasiswa akademis dan aktifis tidak lagi terpisahkan, melainkan menjadi seperti dua sisi mata uang yang sampai kapan pun takkan terpisahkan.
Kondisi penduduk Makkah dan Madinah sebelum datangnya islam sungguh gelap, terjadi perampokan di mana-mana, perjudian, perzinaan, pembunuhan, kecurangan dalam perdagangan. Namun setelah islam datang, secara perlahan tapi pasti keadaan tersebut berbalik seratus delapan puluh derajat, bahkan kemudian seluruh penduduk di jazirah Arab menjadi model masyarakat terbaik yang pernah ada di muka bumi. Terciptanya khairul bariyyah dan khairul ummah adalah tujuan dilakukannya dakwah islam yang utama. Karena pembinaan individu harus bersamaan dengan pembinaan masyarakat, sehingga keduanya saling menunjang. Pribadi-pribadi yang shaleh menunjang terciptanya masyarakat madani dan masyarakat madani pun mewarnai pribadi-pribadi yang dimilikinya. Itulah barangkali harapan yang tidaklah mustahil untuk terjadi, dengan usaha yang terus-menerus secara bersama-sama.
Kondisi sekarang, banyak orang yang melakukan kejahatan atau keburukan dengan terang-terangan tanpa rasa malu lagi.7 Maka untuk melakukan kebaikan kita harus lebih berani dan lebih terang-terangan, jangan ada rasa malu sedikit pun. Kerawanan moral dan etik itu muncul semakin transparan dalam bentuk kemaksiatan karena disokong oleh kemajuan alat-alat teknologi informasi mutakhir seperti siaran televisi, keping-keping VCD, jaringan Internet, dan sebagainya. Kemaksiatan itu senantiasa mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas, seperti maraknya perjudian, minum minuman keras, dan tindakan kriminal, serta menjamurnya tempat-tempat hiburan, siang atau malam, yang semua itu diawali dengan penjualan dan pendangkalan budaya moral dan rasa malu.
Tidak asing lagi, akhirnya di negeri yang berbudaya, beradat dan beragama ini, kemaksiatan yang berhubungan dengan apa yang dinamakan sex industry juga mengalami kemajuan, terutama setelah terbukanya turisme internasional di berbagai kawasan, hingga menjamah wilayah yang semakin luas dan menjarah semakin banyak generasi muda dan remaja yang kehilangan jati diri dan kian miskin iman dan ilmu. Hal yang terakhir ini semakin buruk dan mencemaskan perkembangannya karena hampir-hampir tidak ada lagi batas antara kota dan desa, semuanya telah terkontaminasi dalam eforia kebebasan yang tak kenal batas.
Ledakan-ledakan informasi dan kemajuan teknologi dalam berbagai bidang itu tidak boleh kita biarkan lewat begitu saja. Kita harus berusaha mencegah dan mengantisipasi dengan memperkuat benteng pertahanan aqidah yang berpadukan ilmu dan teknologi. Tidak sedikit korban yang berjatuhan yang membuat kemuliaan Islam semakin terancam dan masa depan generasi muda semakin suram. Apabila kita tetap lengah dan terbuai oleh kemewahan hidup dengan berbagai fasilitasnya, ketika itu pula secara perlahan kita meninggalkan petunjuk-petunjuk Allah yang sangat diperlukan bagi hati nurani setiap kita.
Mari kita bentuk sebuah lingkungan yang baik, karena lingkungan bisa membentuk karakter seseorang. Kita bisa merubah seseorang hanya dalam waktu kurang dari satu jam dengan konsep lingkungan. Coba renungkan ilustrasi berikut :
Si Kabayan hendak pergi ke Singapura, ia pergi ke sana menggunakan kapal air. Di pelabuhan, setelah membeli tiket, dia berdiri menunggu kapal yang akan segera datang. Sambil ia berdiri, ia pun membakar sebatang tongkat lemas berwarna putih dan dia masukkan berkali-kali ke dalam mulutnya, terkadang mulutnya pun mengeluarkan asap putih tanpa memperhatikan sekitarnya. Ia terlihat begitu menikmati aktifitasnya itu. Kemudian kapal pun tiba, dengan bergegas ia membuang sisa tongkat lemas berwarna putih yang ia bakar tadi dan berlari menuju pintu kapal. Para calon penumpang pun berdesakan, mereka ingin menaiki kapal dengan segera sehingga terkadang tidak menghiraukan orang lain, bahkan dompetnya. Para pencopet pun melakukan aksinya. Si Kabayan pun telah naik ke atas kapal dan segera mencari tempat duduk. Sesampainya di Singapura, ia pun bersiap-siap untuk turun. Kemudian ia pun berbaris mengantri untuk turun dari kapal, begitu tertib, tidak ada yang saling mendahului. Setelah turun dari kapal, Si Kabayan ingin kembali membakar sebatang tongkat lemas berwarna putih dan masukkannya berkali-kali ke dalam mulutnya, tapi sebelum itu ia menengok ke sana kemari, ia takut di sana ada larangan untuk melakukan hal itu. Ternyata tidak ada, ia pun melakukannya. Tapi setelah ia puas dan hendak akan membuang sisa tongkat lemas berwarna putih yang ia bakar, ia kembali mengok ke sana kemari, ia takut ada larangan, ternyata ada, ia pun mencari tempat sampah dan membuangnya di sana. Dahsyat, lingkungan bisa merubah siapapun dengan segera.
Dari prespektif Sosiologi, tujuan dakwah yaitu membawa masyarakat pada keadaan yang lebih baik dan lebih maju daripada keadaan sebelumnya.8 Menurut para ahli sosiologi, teori tentang kemajuan selalu menyangkut dua lokus perkembangan. Pertama, perkembangan dalam struktur atas atau kesadaran manusia tentang diri sendiri dan alam sekelilingnya. Kedua, perkembangan struktur bawah atau kondisi sosial dan material dalam kehidupan manusia. Pemikir pertama pada zaman modern yang berbicara mengenai kesadaran atau cara berpikir manusia adalah August Comte.9 Dengan adanya dakwah yang dilakukan dengan terencana dan rapih serta dilakukan terus-menerus, maka mad’u (umat) akan masuk ke dalam suatu keadaan yang lebih baik dari keadaan sebelum mereka menerima dakwah. Lingkungan yang baik ini harus kita bangun di kampus kita yang tercinta, sehingga setiap orang masuk ke dalamnya terbawa dengan sendirinya. Menjadi manusia seutuhnya semoga berhasil kita raih.

PENUTUP
Kita harus menjadi mahasiswa yang terbaik yang pernah ada di muka bumi. So do your best. Sangat banyak kekurangan di sana-sini, sehingga saran membangun sangat saya harapkan untuk melakukan hal yang lebuh baik kelak di masa yang akan datang. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini. Semoga senantiasa bernilai ibadah di hadapan Allah, dan semoga kita senantiasa ada dalam lindungan-Nya. Amin.

KUMPULAN DALIL

1.QS. Al-Baqoroh (2): 120

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

2.Hadits Arba’in ke-1:
الإخلا ص
عـن أميرالمؤمنين أبي حفص عمرابن الخطاب رضي الله عـنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول:إنماالأعمال بالنيات. وإنمالكل امرئ مانوى.فمنكانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله. ومن كانت هجرته لدنيايصيبهاأومرأة ينكحها فهجرته إلى ماهاجر إليه. رواه البخري ومسلم.

Hadits dari Amiril Mu’minin Abi Hafsh Umar bin Khattab r.a. berkata : Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda : Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niat, Dan sesungguhnya setiap urusan menurut apa yang diniatkannya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya bagi dunia dan wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya bagi tujuannya itu. HR. Bukhari dan Muslim.

3.Q.S. Ali Imron (3) : 110

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

4.Hadits Arba’in ke-20:
الحيء
عن أبي مسعد بن عمروالأنصرى البدرى رضي الله عـنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن مما أدرك الناس من كلام النبوة الأولى.إذالم تستح فاصنع ما شئت. رواه البخري ومسلم

Hadits dari Abu Mas’ud bin ‘Amr Al Anshary Al Badry ra, berkata : Rasulullah saw, bersabda : Sesungguhnya dari sesuatu yang diketahui manusia dari perkataan kenabian yang pertama. Apabila kamu tidak memiliki rasa malu, maka lakukanlah sesukamu. HR. Bukhari dan Muslim

5.Hadits Arba’in ke- 12 :
تركه مالايعنيه
عن أبي هريرة رضي الله تعالى عـنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من حسن إسلام المرء تركه مالايعنيه. حديث حسن رواه الترميذي وغيره هكذا.

Hadits dari Abu Hurairah ra. berkata : Rasulullah saw. bersabda: Dari kebaikan seorang muslim dia meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Hadits hasan Riwayat Tirmidzi dan yang lainnya demikian.

6.QS. Al-Baqoroh (2) : 45

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu10,

7.QS. Ibrahim (14) : 1

“ Alif, laam raa. (ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.”

DAFTAR PUSTAKA

Alqur’an dan terjemahannya
Artikel “Problematika Dakwah Masa Kini”, karya RB. Khatib Pahlawan Kayo.2005
As-Siba’i, Mustafa. Peradaban Islam Dulu, Kini, dan Esok. Gema Insani Press. Jakarta. 1993.
Al-Qarni, A’id Abdullah. Alqur’an Berjalan, Potret Keagungan Manusia Agung. Sahara Publishers Jakarta. 2005.
Muhyidin, Asep, Agus Ahmad Safei. Metode Pengembangan Dakwah. Bandung. Pustaka Setia. 2002.
Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh. Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi

Sistim Kakarabatan jeung Kamasarakatan Orang Sunda

oleh Fajar Burnama


a.Sistim Kakarabatan Orang Sunda
Ku kersaning Pangeran, jalma bisa hirup, jumeneng di ieu dunya. Mimiti ti luluhur jalma nu kahiji, Kangjeng Nabi Adan alaihi salam dugi ka ayeuna manusi masing cicing bari ngarasakeun mangrupa kanikmatan ti Nu Mahakawasa. Sagala nu dipikabutuh ku jalma geus ngajagrag di sabuderen urang, cai, udara, cahya, jeung nu sejenna teu pernah dikurangan ku Allah, tapi kilang bara jalma loba nu ngaruksak, jadi sok loba kakurangan. Ku kituna geus pasti yen beuki lila jalma hirup di ieu dunya beuki loba oge kanikmatan nu dipaparin Ku Dzat Nu Maha Rozak. Ku sabab kitu karasana teu kaleuwihan yen urang kudu tumut patuh ka Mantenna.
Salahsahiji kanikmatan nu dirasakeun ku jalma nyaeta kahayang jang nyieun turunan. Tah, kuayana kitu, timbul we nu disebut kakarabatan. Bisa disebut yen asal mula ayana kakarabatan teh lantaran ayana perkawinan, kaasup di masarakat sunda. Perkawinan orang sunda biasana dimimitian ku ayanan “neundeun omong”, biasanan dilakikeun ku kolot urang bari heureuy alias teu serius. Sanggeus kitu, bari nete taraje minantu teh diteliti sangkan teu salah pilih, mimitina mah susulumputan, lila-kalilaan jadi terus terang. Lamun geus cindeuk, diayakeun musyawarah nangtukeun waktu acara “lamaran” atawa khitbah.
Sanggeus acara lamaran, diayakeun upacara pernikahan. Kaluarga ahirna kabentuk, nepi ka boga budak nu disebut kaluarga “batih”, nyaeta kaluarga nu terdiri ti bapak, indung, jeung budak (bisa kandung/adopsi).
Lian ti kaluarga batih, aya sakelompok karabat nu masih sadar kana hubungan kakarabatan, maranehna diulem kana acara-acara saperti pernikahan jeung lainna, kelompok ieu disebut “golongan”. Golongan teh kelompok kakarabatan nu dina antropologi disebut kindred. Sadengken huji golongan nu menurutken ti karuhun nu jauh disebut bondoroyot.
Prinsip katurunan di Pasundan nyaeta boga sipat bilateral, yen garis katurunan nu ngitungkeun hubungan kakarabatan ti lalaki jeung awewe, atau melalui garis katurunan indung jeung ti bapa boga kadudukan nu sarua.

Orang Sunda teh ngabogaan istilah-istilah jang generasi boh ka luhur oge ka handap, nyaeta :

Dina urutan generasi ieu, dua generasi ka luhur jeung ka handap ngabogaan pungsi nu fungsional dina sistim kakarabatan, sadengkeun tilu generasi ka luhur jeung ka handap ngabogaan fungsi tradisional.
Lian ti tujuh generasi ka luhur jeung ka handap, orang Sunda ngabogaan sababaraha istilah kakarabatan, nyaeta: Apa, Bapa, Ema, MA, Kakang, Kaka, Akang, Kang, Ceuceu, Euceu, Ceu, Uwa, Wa, Mamang, Mang, Bibi, Ibi, Embi atawa Bi.

b.Sistim Kamasarakatan Orang Sunda

Dina masarakat sunda, kahirupan kaluarga ngandung arti saling hubungan antawis unsur-unsur kaluarga, di antarana kelompok kakarabatan nu didasarkeun ku prinsip nu ngatur batas hubungan karabat nu teu boga sipat selektif. Dina ngalangsungkeun kahirupan masarakat, kaluarga ngabogaan tilu pungsi, nyaeta :
Kahiji, Ngalindungi tur ngarahkeun barudak
Kadua, Ngendalikeun kahirupan seks jang lalaki salaku bapa.Sakabeh kabudayaan boga batasan tur larangan hubungan seks antara karabat deukeut atawa dulur saindung sabapa.
Katilu, ngatur pangan, utamana dina ngadisiplinkeun cara-cara dahar ka barudak.

Di kaluarga sunda, nu jadi tulang tonggong sakaligus pelindung nyaeta suami/caruge atawa bapa, sadengkeun istri/pamajikan atawa indung boga tanggung jawab kana kalancaran urusan imah. Kabiasaan netep sanggeus nikahdi Sunda nyaeta matrilokal, salaki netep di imah pamajikan samentara, sanggeus mapan, maranehna neangan tenpat sorangan nu biasana jauh ti karabat pamajikan oge ti karabat salaki nu istilahna disebut neolokal.
Kaharmonisan hubungan antara bapa jeung indung mawa pangaruh anu kalintang gedena dina ngabentuk akhlaq budak. Kolot janten taladan kanggo sakabeh anggota kaluarga. Ku kituna tingkah polah nu janten kolot kudu sajalan jeung norma tur aturan nu aya di masarakat.
Nu jadi pamajikan kudu Awewe tulang tinande.1 Lamun nu jadi pamajikan, kawas kitu, pasti nu jadi salaki bakal asa ditonjok concot.2 Lamun geus kitu, kaluarga kudu bengkung ngariung bongkok ngaronyok.3 Nu jadi budak ulah sok beurat birit.4 Lamun nu jadi budak kawas kitu, kudu geura babalik pikir.5 Enya ge urang heureut pakeun6, tapi urang teuteup kudu berehan bka baraya. Tapi ulah ngawur ka sintu nyiehkeun hayam.7
Tingkah polah nu hade lain ngan ukur di kaluarga atawa di jero imah wungkul, tapi oge di masarakat luas. Di kalangan menak Sunda, aya tendensi ngawariskeun ngaran kaluarga ti bapa ka barudakna, utamana ka budak lalaki. Oge dina hal bagi waris, budak lalaki kabagian bagian nu leuwih loba batan awewe. Tapi kiwari kabiasaan kitu teh geus jarang dilakukeun, awewe sok menangkeun bagian nu sarua jeung lalaki, biasana ieu kajadian di kalangan menak.
Gotong royong geus jadi ciri masarakat Sunda, nyekel prinsip silih asih, silih asah tur silih asuh. Kahirupan harmonis, masarakat rukun, nyepeng norma jeung nilai nu berlaku, di jaman kiwari beuki leungit kakikis ku pangaruh budaya barat nu jauh tina norma tur etika manusa.
Kulantaran kitu, hayu hurang ngamimitian nalungtik kaayaan urang, kaayaan deunguen-deungeun, tuluy di lelempeng. Mana anu saruana, anu pimaslahateun pikeun  kahirupan manusa jeung kamanusaan jaganing pagéto.

PUSTAKA

Risdayah, Enok. Pengantar Budaya Sunda. 2003. Bandung: Baik.

Herdiana CA, spk. Lantera Basa. 2007. Bandung: Yayasan Babul Khoer Al-Islami.

Gunardi, Gugun,dkk. Kamus Populer Remaja (Rumaja). 2006. Bandung: Pemerintah
Propinsi Jawa Barat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SEJARAH PERADABAN ISLAM

oleh Fajar Burnama


Pertengahan Abad ke-enam Sesudah Masehi

Peradaban tertua di dunia seperti Asyiria,Phunisia, dan Mesir di bawah Romawi, peradaban Babilonia menderita akibat dominasi Persia, hidup pas-pasan,Eufrat dan Tigris disedot untuk para kaisar Persia dan kaki tangannya.
Di imperium Romawi,kaum elit bebas pajak,penduduk asli dibebani pajak.Di India ada system kasta menjadi empat belas kasta.Kaum Brahma punya hak istimewa ,kaum Paria dihina dan menderita.
Arab terletak di imperium Romawi dan Persia.Suku-suku perbatasan takluk pada Persia dan Romawi,Khawatik hidupnya takut diserang Romawi.Agama Monoteisme paling murni (Nabi Ibrahim) diselewengkan oleh generasi-generasi yang bekerjasama dengan bangsa lain.Kaum Saba menyembah bintang,kaum Persia menyembah api dan kepercayaan ganjil lainnya seperti menyembah berhala dan menguburkan anak perempuan hidup-hidup.
Orang Kristen Romawi merasa menguasai dunia dan ingin bangsa lain yang di bawahnya dengan cara mengikuti cabang tertentu Kristen.Bangsa Kopti di Mesir yang tidak mau mengikuti dan tetap pada agamanya dijatuhi hukuman mengerikan seperti potong tangan,kaki,mati atau dibakar di atas lilin,mati perlahan.
Kemudian hadirlah Rasululloh saw untuk menuntun ke jalan yang telah terlupakan dan memperingatkan tentang ajaran yang telah diabaikan.Dalam jangka waktu lama tidak ada firman Tuhan sehingga zaman itu menjadi titik nadir terendah dalam pemikiran manusia.selama enam ratus tahun tidak ada seorang rasul pun yang diutus.Zaman kegelapan,dunia dicekam kebisuan mutlak.Wanita dan anak mempunyai hak yang sedikit,pedih dan putus asa.Kemudian Alloh mengirimkan nabi terbesar,cahaya mulia dan suci menyinari langit dari timur dan barat dari dinding-dinding perbatasan Cina hingga pantai barat Maroko,dari samudera Atlantik hingga Pasifik.Membuka keadilan dan pengetahuan bagi manusia.
Diawali dengan hijrah ke Abisinia di Ethiopia Raja Negus kemudian hijrah ke Madinah dan mulailah peradaban Islam.

1. Pengertian Sejarah Peradaban Islam
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab al-Hadharah al-Islamiyyah. Kata Arab ini sering juga diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. “Kebudayaan” dalam bahasa Arab adalah al-Tsaqafah. Di Indonesia,sebagaimana juga di Arab dan Barat,masih banyak orang yang mensinonimkan dua kata “kebudayaan” (Arab,al-Tsaqafah;Inggris,culture) dan “peradaban” (Arab,al-Hadharah;Inggris,civilization). Dalam perkembangan ilmu antropologi sekarang,kedua istilah itu dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan,manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis lebih berkaitan dengan peradaban. Kalau kebudayaan lebih banyak direfleksikan dalam seni,sastra,religi(agama),dan moral,maka peradaban terefleksi dalam politik,ekonomi,dan teknologi.
Menurut Koentjaraningrat,kebudayaan paling tidak mempunyai tiga wujud,(1) wujud ideal,yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks ide-ide,gagasan,nilai-nilai,norma-norma,peraturan,dan sebagainya,(2) wujud kelakuan,yaitu wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat,dan (3) wujud benda,yaitu wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya. Sedangkan,istilah peradaban biasanya dipakai untuk bagian-bagian dan unsur-unsur dari kebudayaan yang halus dan indah. Menurutnya,peradaban sering juga dipakai untuk menyebut suatu kebudayaan yang mempunyai sistem teknologi,seni bangunan,seni rupa,sistem kenegaraan dan ilmu pengetahuan yang maju dan kompleks. Jadi,kebudayaan menurut definisi pertama,adalah wujud ideal dalam definisi Koentjaraningrat,sementara menurut definisi terakhir,kebudayaan mencakup juga peradaban,tetapi tidak sebaliknya.
Islam yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw.,telah membawa bangsa Arab yang semula terbelakang,bodoh,tidak terkenal,dan diabaikan oleh bangsa-bangsa lain,menjadi bangsa yang maju. Ia dengan cepat bergerak mengembangkan dunia,membina suatu kebudayaan,dan peradaban yang sangat penting artinya dalam sejarah manusia hingga sekarang. Bahkan,kemajuan Barat pada mulanya bersumber dari peradaban Islam yang masuk ke Eropa melalui Spanyol. Islam memang berbeda dari agama-agama yang lain. H.A.R. Gibb di dalam bukunya Whither Islam menyatakan, “Islam is indeed much more than a system of theology,it is a complete civilization” (Islam sesungguhnya lebih dari sekadar sebuah agama,ia adalah suatu peradaban yang sempurna). Karena yang menjadi pokok kekuatan dan sebab timbulnya kebudayaan adalah agama Islam,kebudayaan yang ditimbulkannya dinamakan kebudayaan atau peradaban Islam.
Landasan “peradaban Islam” adalah “kebudayaan Islam” terutama wujud idealnya,sementara landasan “kebudayaan Islam” adalah agama. Jadi,dalam Islam,tidak seperti pada masyarakat yang menganut agama “bumi” (nonsamawi),agama bukanlah kebudayaan tetapi dapat melahirkan kebudayaan. Kalau kebudayaan merupakan hasil cipta,rasa,dan karsa manusia,maka agama Islam adalah wahyu dari Tuhan.
Banyak penulis Barat yang mengidentikkan “kebudayaan” dan “peradaban”Arab. Untuk masa klasik,pendapat itu mungkin dapat dibenarkan,meskipun sebenarnya antara “Arab” dan “Islam” tetap bisa dibedakan. Karena,pada masa itu pusat pemerintahan hanya satu dan untuk beberapa abad sangat kuat. Peran bangsa Arab di dalamnya sangat dominan. Semua wilayah kekuasaan Islam menggunakan bahasa yang satu,bahasa Arab,sebagai bahasa administrasi. Semua ungkapan-ungkapan budaya juga diekspresikan melalui bahasa Arab,meskipun ketika itu bangsa-bangsa non-Arab juga sudah mulai berpartisipasi dalam membina suatu “kebudayaan” dan “peradaban”. Apalagi,orang-orang nonmuslim juga banyak menyumbangkan karya budayanya. Pada masa klasik memang terwujud apa yang dinamakan dengan kesatuan budaya Islam. Akan tetapi pada masa sesudahnya,yaitu pada Periode Pertengahan dan Periode Modern,sudah terdapat “kebudayaan-kebudayaan” dan “peradaban-peradaban” Islam. Walaupun pada masa pertengahan umat Islam masih memandang bahwa tanah airnya adalah satu,yaitu wilayah kekuasaan Islam,agama masih dilihat sebagai tanah air dan kewarganegaraan. Hal itu bukan saja karena terjadi disintegrasi kekuatan politik Islam ke dalam beberapa kerajaan dalam wilayah yang sangat luas,tetapi terutama karena ungkapan-ungkapan kebudayaan dan peradaban tidak lagi diekspresikan melalui satu bahasa. Bahasa administrasi pemerintahan-pemerintahan Islam sudah berbeda-beda,seperti Persia,Turki,Urdu di India,dan Melayu di Asia Tenggara. Bahkan,peran Arab sudah jauh menurun. Tiga kerajaan besar Islam pada Periode Pertengahan tidak satu pun yang dikuasai oleh bangsa Arab. Apalagi,karena Islam disebarkan secara damai,maka Islam dengan sangat toleran memperlakukan kebudayaan setempat,sejauh tidak menyimpang dari prinsip-prinsip ajaran. Bahkan pada mulanya,yang juga masih terlihat hingga sekarang,ajaran-ajaran Islam yang berkembang di berbagai daerah terpengaruh oleh kebudayaan local. Namun,meskipun sejak Periode Pertengahan,sudah terdapat “kebudayaan-kebudayaan” dan “peradaban-peradaban” Islam,semuanya masih dipersatukan oleh Islam yang merupakan landasan bersama. Oleh karena itu, “kebudayaan-kebudayaan” dan “peradaban-peradaban” Islam itu dapat disebut dengan “Kebudayaan Islam” dan “Peradaban Islam”.
Kajian tentang “peradaban” Islam sekarang ini memang sudah menganut pendapat bahwa kebudayaan Islam tidak lagi satu,tetapi sudah terdapat beberapa “peradaban” Islam. Akan tetapi,tampaknya “peradaban-peradaban” Islam yang disorot dalam kajian-kajian Islam sampai waktu belum lama ini hanya terbatas pada empat “peradaban” Islam yang dominan. Semuanya sangat berkaitan dengan empat kawasan,yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah dan Afrikan Utara,termasuk Spanyol Islam),kawasan pengaruh kebudayaan Persia (Iran dan negara-negara Islam Asia Tengah),kawasan pengaruh kebudayaan Turki,dan kawasan pengaruh kebudayaan India-Islam. Hal ini,tampaknya,sangat ditentukan oleh perkembangan politik Islam sampai Periode Pertengahan. Kalau pada Periode Klasik,peran Arab sangat menonjol karena memang Islam hadir di sana,maka pada Periode Pertengahan muncul tiga kerajaan besar Islam yang mewakili tiga kawasan budaya,yaitu kerajaan Usmani di Turki,kerajaan Safawi di Persia,dan kerajaan Mughal di India. Kerajaan-kerajaan Islam yang lain,meski juga ada yang cukup besar,tetapi jauh lebih lemah bila dibandingkan dengan tiga kerajaan ini,bahkan berada dalam pengaruh salah satu di antaranya. Kajian politik rupanya masih sangat besar mempengaruhi kajian kebudayaan dan peradaban. Studi Islam seperti ini,maksudnya kajian Islam yang masih membatasi empat kawasan itu,masih terlihat dalam tulisan-tulisan ilmuwan kontemporer yang mengkaji persoalan keislaman. Akan tetapi,sekarang kawasan itu menjadi luas dengan ditambahkannya Asia Tenggara sebagai kawasan baru dalam studi keislaman, di antaranya Indonesia.
Jadi,apa yang berkembang menjelang kebangkitan Islam itu merupakan pengaruh budaya bangsa-bangsa di sekitarnya yang lebih awal maju daripada kebudayaan dan peradaban Arab. Pengaruh tersebut masuk ke Jazirah Arab melalui beberapa jalur yang terpenting di antaranya adalah: (1) melalui hubungan dagang dengan bangsa lain, (2) melalui kerajaan-kerajaan protektorat,Hirah dan Ghassan, (3) masuknya misi Yahudi dan Kristen.
Melalui jalur perdagangan, bangsa Arab berhubungan dengan bangsa-bangsa Syiria,Persia,Habsyi,Mesir (Qibthi),dan Romawi yang semuanya telah mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme. Melalui kerajaan-kerajaan protektorat,banyak berdiri koloni-koloni tawanan perang Romawi dan Persia di Ghassan dan Hirah. Penganut agama Yahudi juga banyak mendirikan koloni di Jazirah Arab,yang terpenting di antaranya adalah Yatsrib. Penduduk koloni ini terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orng Arab yang menganut agama Yahudi.
Mayoritas penganut agama Yahudi tersebut pandai bercocok tanam dan membuat alat-alat dari besi,seperti perhiasan dan persenjataan. Sama dengan penganut agama Yahudi,orang-orang Kristen juga mendapat pengaruh dari kebudayaan Hellenisme dan pemikiran Yunani. Aliran Kristen yang masuk ke Jazirah Arab ialah aliran Nestorian di Hirah dan aliran Jacob-Baradi di Ghassan. Daerah Kristen terpenting adalah Najran,sebuah daerah yang subur. Penganut agama Kristen tersebut berhubungan dengan Habasyah (Ethiopia),Negara yang melindungi agama ini. Penganut aliran Nestorianlah yang bertindak sebagai penghubung antar kebudayaan Yunani dan kebudayaa Arab pada masa kebangkitan Islam.
Walaupun agam Yahudi dan Kristen sudah masuk ke Jazirah Arab,bangsa Arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka,yaitu percaya kepada banyak dewa yang diwujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Setiap kabilah memiliki berhala sendiri. Berhala-berhala tersebut dipusatkan di Ka’bah, meskipun di tempat-tempat lain juga ada. Berhala-berhala yang terpenting adalah Hubal dan Manat yang bertempat di Yatsrib. Berhala-berhala itu mereka jadikan tempat menanyakan dan mengetahui nasib baik dan buruk. Demikianlah,keadaan bangsa di jazirah Arab menjelang kebangkitan Islam.

2. Ruang Lingkup Sejarah Peradaban Islam
Adapun ruang lingkup sejarah peradaban Islam adalah sebagai berikut:
a.sejarah perjuangan mendakwahkan Islam
b.sejarah kehancuran Negara-negara Islam di Khilafah dan kemajuan bangsa Barat di dunia (Turki) Mustafa Kemal
c.Islam kembali akan jaya dengan pemikiran dan pergerakan umat Islam hingga sekarang (Eropa,Asia,dan lain-lain).

MELINDUNGI JANDA-JANDA DAN ORANG MISKIN_tafsir

اَعُوذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْــطَانِ الرَّجِيْــمِ
بِسْـمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـمِ
KEUTAMAAN MENDAMAIKAN PERSELISIHAN ANTAR MANUSIA

1. AL-BAQARAH ;
                  
182. (akan tetapi) Barangsiapa khawatir terhadap orang yang Berwasiat itu, Berlaku berat sebelah atau berbuat dosa, lalu ia mendamaikan antara mereka, Maka tidaklah ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir Ibnu Katsir

جَنَفًا, Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah kesalahan yang berarti mencakup berbagai kesalahan, misalnya mereka menambah jumlah ahliwaris dengan perantara atau sarana, atau seseorang yang berwasiat agar anak perempuannya ditambah bagiannya, atau cara-cara lain yang keliru atau disengajaPerbuatan itu adalah dosa. Dalam menghadapi kondisi yang seperti demikian, si penerima wasiat harus menyelesaikan dan meluruskan wasiat sesuai dengan aturan syariat, dan mengalihkan wasiat mayat yang keliru dengan wasiat yang lain agar sesuai dengan syariat. Tindakan perbaikan( فَأَصْلَحَ ) itu tidak termasuk kedalam pengubahan wasiat dan tidak berdosa (فَلآََأِثْمَ عَلَيْهِ). Ibnu Mardawih meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Kecurangan dalam wasiat merupakan dosa besar.”

                
224. Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan Mengadakan ishlah di antara manusia. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah ta’ala berfirman, “Janganlah kamu menjadikan sumpah dengan nama Allah sebagai kendala bagimu untuk berbuat kebajikan dan silaturahmi, jika kalian bersumpah untuk meninggalkan kebajikan itu”, ayat ini semakna dengan ayat, “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar r.a. bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri 'Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema'afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu (an-Nur: 22). Jadi melangsungkan sumpah yang demikian adalah berdosa. Pelakunya harus keluar dari sumpah itu dengan membayar kafarat. Rasulullah saw, bersabda :
وَاللهِ َلإن يَلِجَ أَحُد ُكُمْ بِيَمِيْنِهِ فِيْ أَهْلِهِ آثِمٌ لَهُ عِنْـدَ اللهِ مِـنْ أَنْ يُعْطِيَ كَفَارَتَهُ الَّتِي اِفْتَرَضَ الله عَلَيْهِ (رواه مسلم وأحمد)
“demi Allah, barang siapa yang bertekad untuk melaksanakan sumpahnya, padahal sumpah itu berbahaya bagi keluarganya, maka perbuatan itu libih besar dosanya menurut pandangan Allah daripada dia membayar denda yang difarsukan Allah kepadanya.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Berkaitan dengan maksud ayat ini, Ibnu Abbas berkata, “Jangan sekali-kalisumpahmu dijadikan kendala untuk tidak melakukan kebaikan”. Termasuk untuk mengadakan perdamaian di antara manusia (وَتُصْلِحُوْابَيْنَ النَّاسِ).


2. ANNISA ;

                        
35. Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, Maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. jika kedua orang hakam itu bermaksud Mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.

Tafsir Ibnu Katsir

حَكَمًا atau penengah yang terpercaya dari keluarga istri dan suami agar keduanya bermusyawarah, membicarakan masalah keduanya, dan menentukan tindakan yang dipandang oleh keduanya akan mashlahat, apakah itu perceraian atau rujuk. Dan Allah akan memberi taufik. Kedua penengah mengkaji, jika pihak suami yang salah, maka keduanya menghalangi suami agar tidak menemui istrinya dan menyuruhnya mencari nafkah terus-menerus. Jika istri yang salah, maka mereka menyuruhnya melayani suaminya terus-menerus tanpa diberi nafkah. Jika kedua penengah sepakat atas keputusan cerai dan rukun, maka kedua keputusan itu boleh dijalankan. Jika keduanya berpandangan bahwa suami istri itu harus bersatu, kemudian dang satu menerima dan yang lain menolak, lalu salah satunya meninggal, maka pihak yang menerima putusan dapat mewarisi harta pihak yang menolak putusan, dan pihak yang menolak putusan tidak dapat mewarisi pusaka pihak yang menerima putusan. Demikian menurut riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas.

                        
85. Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. dan Barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir

Barang siapa yang mengupayakan sesuatu lalu ia melahirkan kebaikan, maka ia memiliki bagian dari kebaikan itu. Dosa bagi orang yang mengupayakan suatu perbuatan dan diniatkan untuk keburukan. Nabi saw, bersabda, “Berikanlah syafaat, niscaya kamu beroleh ganjaran.” Dan Allah akan memutuskan melalui lisan nabi-Nya keputusan yang dia kehendaki. Mujahid bin Jabir berkata, “Ayat ini diturunkan lhwal memberi dan menerima syafaat di antara manusia.”

                            
114. Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau Mengadakan perdamaian di antara manusia. dan Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, Maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.

Tafsir Ibnu Katsir

Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu mardawih, dari Ummi Habibah, dia berkata ; Rasulullah saw, bersabda :
كَلاَمُ اِبْنِ آدَمَ كُلُّهُ عَلَيْهِ لاَلَهُ،إِلاَّ ذ ِكْرِاللهِ عَزَّوَجَلَّ،أَوْأَمْرٍبِمَعْرُوْفٍ،أَوْنهْيٍ عَنْ مُنْكَرٍ
“Semua ucapan anak Adam memberatkannya, kecuali berdzikir kepada Allah azza wajalla, menyuruh kepada yang ma’ruf, atu melarang dari kemunkaran.”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Ummu Kaltsum binti Uqbah dia mendengar Rasulullah saw, bersabda, “Bukanlah pendusta orang yang mendamaikan di antara manusia, lalu dia mengembangkan kebaikan atau mengatakan kebaikan.” Ummu Kaltsum melanjutkan, “Saya tidak pernah mewndengar Rasulullah saw, memberi kemurahan kepada manusia untuk berkata dusta kecuali dalam tiga hal ; dalam peperangan, proses perdamaian diantara manusia, dan dalam perktaan seorang suami kepada istrinya dan perkataan istri kepada suaminya.” Ummu Kaltsum binti Uqbah adalah salah seorang wanita yang berhijrah dan berbaiat kepada Rasulullah saw,. Hadits di atas diriwayatkan pula oleh Jamaah, kecuali oleh Ibnu Majah.

3. AL-HUJURAT ;
                                  
9. Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! tapi kalau yang satu melanggar Perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar Perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. kalau Dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu Berlaku adil; Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang Berlaku adil.
            
10. Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.
                                          
11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.
                                   
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

Tafsir QUR’AN KARIM oleh Mahmud Junus
Ayat-ayat ini menerangkan dari hal peradaban sesama kaum muslimin dan bagaimana pergaulan sesama mereka, yaiu jika terjadi peperangan antara dua partai, hendaklah diperdamaikan antara keduanya serta hukumlah dengan keadilan, karena orang-orang mukmin itu semuanya bersaudara, satu Tuhannya, satu kitabnya, satu kiblatnya, bahkan satu bumi yang didiaminya dan sama pula kemanusiaannya.
Kaum laki-laki tidak boleh menghinakan kaum laki-laki lainnya begitu pula kaum perempuan. Karena mungkinj yang dihina lebih baik dari yang menghina. Dan lagi kamu tidak boleh meanggilnya dengan gelar yang jelek yang tidak disukainya. Hendaknya kita tinggalkan persangkaan yang jahat, terhadap orang mukmin, karena setengahnya adalah dosa. Adapun bersangka jahat kepada orang yang berbuat dosa dengan terang-terangan, seperti mabuk, judi, dan sebagainya tidaklah dosa.
Dan tidak boleh mencari aib orang lain dan membukakan rahasianya dan tidak boleh saling mengumpat. Inilah aturan pergaulan sesama muslim, yaitu menjaga perdamaian dan persaudaraan sesama mereka. Hal inilah yang akan mengokohkan persatuan.
oleh Fajar Burnama


1.AL-BAQARAH

215. Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Mereka bertanya kepadamu bagaimana mereka berinfak. Maka Allah Ta’ala menjelaskan halitu kepada mereka: belanjakanlah harta itu kepada pihak-pihak tersebut. Sebagaimana dikatakan dalam hadits,
...أُمَّكَ وَأَبَاكَ وَأُخْتَكَ وَأَخَاكَ ثُمَّ أَدْنَا كَ أَدْنَاكَ
“(Berinfaklah) kepada ibumu, bapakmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, kemudian yang di bawahnya, dan kepada yang di bawahnya lagi.”
Maimun membaca ayat ini, kemudian dia berkata, “Inilah pihak-pihak penerima infak. Dalam ayat itu tidak diceritakan bahwa harta itu untuk membeli tambur, terompet, patung kayu, dan selubung tinggi”

2.AN-NISA ;

36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

Tafsir Ibnu Katsir

Allah telah mengajarkan supaya berbuat baik terhadap kedua orang tua, karena Allah telah menjadikan keduanya sebagai sarana guna mengeluarkan kita dari tiada kepada ada. Betapa banyak ayat yang menyertakan peribadatan kepada-Nya dengan keharusan berbuat baik kepada kedua orang tua, Allah berfirman, “Hendaklah engkau bersyukur kepadaku dan kedua orang tuamu”. Kemudian Allah melanjutkan dengan pesan untuk berbuat baik kepada karib kerabat, baik laki-laki maupun perempuan, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits. “Sedekah kepada orang miskin memiliki satu pahala, sedangkan kepada famili memiliki dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi.”
Kemudian Allah berfirman, “Dan anak-anak yatim”, hal itu karena mereka kehilangan orang yang mengurus kepentingannya dan membelanjakannya, lalu Allah menyuruh supaya berbuat baik kepada mereka dan menyantuninya. Kemudian Allah berfirman, “Dan kepada orang-orang miskin.” Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan pertolongan, orang yang tidak mendapatkan pihak yang memenuhi kifayahnya. Maka manusia diperintah untuk membantunya. Firman Allah, “Tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.” Ibnu Abbas mengatakan, “Tetangga dekat ialah orang yang masih memiliki hubungan famili. Tetangga jauh adalah orang yang tidak memiliki hubungan famili.”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah saw, bersabda, “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku ihwal tetangga hingga aku menduga bahwa dia akan menjadi ahli waris.”
Imam Ahmad meriwayatkan dari Aisyah bahwa dia bertanya kepada
Rasulullah saw, :
إِنَّ لِيْ جَارَيْنِ فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِيْ ؟ قَالَ : إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكِ بَابًا. (رواه أحمد والبخري)
“Saya punya dua tetangga, kepada yang manakah saya memberi hadiah? Nabi bersabda, ‘Kepada tetangga yang paling dekat pintu rumahnya dengan pintu rumahmu’.” (HR. Ahmad dan Bukhari)

3.AL-FAJR

18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,

Tafsir Ibnu Katsir
Yaitu memerintahkan orang lain untuk memberi santunan kepada rang-orang fakir miskin dan sebagian mereka tidak menganjurkan hal ini kepada sebagian lainnya

4.AL- BALAD

16. Atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

Tafsir Ibnu Katsir
Yakni sangat miskin sehingga menempel di tanah, lagi tak punya apa-apa. Ibnu Abbas mengatakan bahwa artinya orang miskin yang terlempar di jalan (gelandangan), tidak punya rumah, dan tidak punya sesuatu yang menghindarkannya dari menempel di tanah. Menurut riwayat yang lain, makna yang dimaksud ialah orang yang menempel di tanah karena fakir lagi berhajat dan tidak mempunyai apa-apa. Dan menurut riwayat yang lainnya pila yang juga dari Ibnu Abbas , makna yang dimaksud ialah orang yang jauh rumahnya. Menurut Ibnu Abi Hatim, makna yang dimaksud oleh Ibnu Abbas adalah orang yang mengembara, jauh dari negeri asalnya.
Ikrmah mengatakan bahwa makna yang dimaksud adalah orang fakir yang banyak hutangnya lagi memerlukan bantuan. Sa’id Ibnu Jarir mengatakan, yang dimaksud ialah orang yang hidup sebatang kara. Ibnu Abbas, Sa’id, Qatadah, dan Muqatil Ibnu Hauyyan mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang miskin yang banyak anaknya. Semua pendapat di atas mempunyai makna yang berdekaan.

5.AL-MA’UN

3. Dan tidak menganjurkan memberi Makan orang miskin.
Ayat di atas semakna dengan ayat lain yakni surat Al-Fajr ayat 17-18 :

17. Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi Makan orang miskin,
Makna yang dimaksud ialah orang fakir yang tidak mempunya sesuatu pun untuk menutupi kebutuhan hidupnya.

MENDAHULUKAN KEPENTINGAN ORANG LAIN

1.AL-BAQARAH

177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.

Tafsir Ibnu Katsir

Maksud ayat ini ialah setelah Allah menyuruh kaum mukmin menghadap ke Baitul Maqdis, Allah mengalihkan kiblat mereka ke Ka’bah, maka hal itu membuat ragu segolongan Ahli Kitab dan sebagian kaum muslimin. Lalu Allah menurunkan ayant yang menjelaskan hikmah pengalihan itu. Tujuan pengalihan itu ialah untuk melihat siapa yang taat kepada Allah, hal itu merupakan kabajikan, ketakwaaan, dan keimanan yang sempurna.
Firman Allah, “Dengan memberikan harta yang dicintainya,” maksudnya dia mengeluarkan harta padahal ia menyenangi dan mencintainya sebagaimana hal itu ditetapkan dalam hadits yang terdapat dalam shahihain, yaitu hadits marfu’ dari Abu Hurairah, “Sedekah yang paling utama adalah hendaknya kamu bersedekah sedangkan engkau masih sehat, tidak ingin memberi, mendambakan kekayaan, dan mengkhawatirkan kemiskinan.” Allah berfirman, “Dan mereka memberi makanan yang dicintainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan.” Allah berfirman, “Sekali-kali kamu tidak akan meraih kebaikan hingga kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu sukai.” Dan firman Allah, “Dan mereka mementingkan kepentingsn orang lain daripada dirinya, walaupun mereka sendiri kesusahan.” Inilah pola kehidupan yang sangat tinggi, yaitu mereka lebih mementingkan dan mengutamakan pemberian sesuatu yang justru sangat diperlukan oleh dirinya.
Firman Allah, “Kepada karib kerabat.” Mereka lebih diutamakan untuk mendapat sedekah, sebagaimana ditetapkan dalam hadits,
االصَّدَقَةُ عَلَى الْمَسَاكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذَوِي الرَّحِمِ ثِنْتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ،فَهُمْ أَلَى النَا سِ بِكَ وَبِبِرِّكَ وَإِعْطَائِكَ.
“Sedekah kepada orang miskin berpahala satu, sedangkan kepada kerabat berpahala dua: pahala sedekah dan pahala silaturahmi. Kerabat ialah pihak yang harus diutamakan untuk menerima kebajikan dan pemberianmu.”
“Anak-anak yatim,” yaitu anak yang ditinggal mati ayahnya pada saat masih lemah dan kecil, dalam arti belum baligh serta belum mampu berusaha. Sebagaimana hal itu diriwayatkan oleh Abdur Razak dengan sanadnya dari Ali, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tiada keyatiman setelah baligh.”
Firman Allah, “Dan orang-orang miskin.” Penggalan ayat ini ditafsirkan oleh hadits yang terdapat dalam shahihain dan diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi saw, beliau bersabda,

“Orang miskin bukanlah orang yang suka berkeliling meminta-minta kemudian berlalu setelah diberi sebuah atu dua buah kurma, sesuap atau dua suap makanan, namun miskin ialah orang yang tidak memiliki makanan sekadar untuk mencukupi kebutuhannya dan tidak diingat orang sehingga tidak diberi sedekah.”

Dan firman Allah, “Dan ibnu sabil”, yaitu orang yang suka bepergian dan melawat serta bekalnya telah habis. Ia perlu diberi sedekah sekadar dapat mengantarkannya ke negerinya. Tamu termasuk ke dalam kategori ibnu sabil. “Dan orang-orang yang meminta-minta”, yaitu orang yang suka menghadang untuk meminta. Maka dapat diberi zakat dan sedekah, sebagaimana hal itu dikemukakan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad dari Abdurrahman Husein bin Ali, dia berkata behwa Rasulullah saw, bersabda :
لِلسَّا ئِلِ حَقٌّ وَإِنْ جَاءَ عَلَى فَرَسٍ.(رواهأحمد)
“Peminta-minta memiliki hak walaupun ia datang dengan menunggang kuda.” (HR. Ahmad)


SILATURAHMI

1.AN-NISA

1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

Tafsir Ibnu Katsir

Allah menyuruh makhluk-Nya agar bertakwa kepada-Nya, yaitu beribadah kepada-Nya Yang Esa tanpa menyekutukan-Nya. Dia pun mengingatkan mereka terhadap kekuasaan-Nyayang dengan kekuasaan itulah Dia menciptakan mereka dari diri yang satu, yaitu Adam as, “Dan Dia menciptakan dari diri itu pasangannya,” yaitu Hawa as, yang diciptakan dari tulang rusuk Adam bagian belakang yang sebelah kiri ketika dia sedang tidur. Kemudian Adam bangun dan dikejutkan oleh keberadaan Hawa. Keduanya pun saling tertarik. Dalam hadits sahih dikatakan :
“Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, Rusuk yang paling bengkok ialah yang paling atas. Jika kamu hendak meluruskannya niscaya ia patah. Jika kamu berbahagia dengannya, berbahagialah walaupun ia tetap bengkok.”
Kemudian Allah berfirman, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan-Nya kamu saling meminta serta periharalah silaturahmi,” yaitu bertakwa engan cara mentaati-Nya. Adh-Dhahak berkata, “Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu mengadakan akad dan perjanjian, dan periharalah hubungan silaturahmi, jangan sampai kamu memutuskannya, namun berbuat baiklah kepada mereka dan sambungkanlah tali silaturahmi. “Sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kamu,” yakni Dia mengawasi segala tingkah lakumu dan amalmu. Allah ta’ala berfirman, “Allah Maha Menyaksikan terhadap segala sesuatu.”


DAFTAR PUSTAKA

Ar-Rifa’i, Muhammad Nasib.Ringkasan Tafsir IBNU KATSIR Jilid 1. Gema Insani Press.
Jakarta. 1999.

Junus, Mahmud. Tafsir QUR’AN KARIM Bahasa Indonesia cetakan kesembilan. Pustaka Mahmudiah. Jakarta. 1960.

Ad-Dimasyqi, Imam Abul Fida Isma’il Ibnu Katsir. TAFSIR IBNU KATSIR Juz 30. Sinar
Baru Algesindo. Bandung. 2004.