Kamis, 30 Desember 2010

JAWABAN UAS SID

by fajarburn

Jawaban :


1. Sebutkan dan jelaskan enam alasan mengapa sistem informasi sangat penting bagi kegiatan dakwah!

- Membuat pengambilan keputusan akan lebih efektif dilakukan dan sistematis serta tepat juga cepat, dengan adanya perangkat-perangkat sistem informasi seperti DSS, ESS, dll

- Menjadikan penyusunan perencanaan akan lebih rapih dan terarah karena didukung dengan data dan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, dengan adanya data yang lengkap dalam databadse

- Membuat pengawasan dalam aktifitas dakwah bisa terus dilakukan, dengan berbagai aplikasi dan fitur sistem informasi

- Evaluasi proses dakwah bisa lebih mengena dan terukur karena telah tersedia program untuk hal tersebut

- Mempermudah hubungan antar organisasi dakwah dengan sistem telekomunikasi dalam sistem informasi

2. Apa yang dimaksud dengan sistem informasi? Kegiatan-kegiatan apa yang dilakukan oleh sistem informasi?

Suatu sistem pada dasarnya adalah sekolompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersamasama untuk mencapai tujuan tertentu.Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen, atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu. Dari defenisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umu, yaitu :

a. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur

b. Unsurunsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.

c. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.

d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Secara umum informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan data dalam suatu

bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian­kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi merupakan data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasi untuk digunakan dalam proses pengabilan keputusan.

Sistem informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya. Definisi lainnya:

  • Sistem Informasi adalah sekumpulan komponen dari informasi yang saling terintegrasi untuk mencapai tujuan yang spesifik. Komponen yang dimaksud adalah komponen input, model, output, teknologi, basis data (data base), kontrol atau komponen pengendali.
  • Sistem Informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan atau aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan
  • Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
  • Sistem Informasi adalah Proses yang menjalankan fungsi mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi untuk kepentingan tertentu; kebanyakan SI dikomputerisasi.
  • Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu bidang tertentu. Dalam sistem informasi diperlukannya klasifikasi alur informasi, hal ini disebabkan keanekaragaman kebutuhan akan suatu informasi oleh pengguna informasi. Kriteria dari sistem informasi antara lain, fleksibel, efektif dan efisien.
  • Sistem informasi adalah kumpulan antara sub-sub sistem yang salaing berhubungan yang membentuk suatu komponen yang didalamnya mencakup input-proses-output yang berhubungan dengan pengolaan informasi (data yang telah dioleh sehingga lebih berguna bagi user)
  • Sistem informasi adalah sistem yang saling berhubungan dan terintegrasi satu dengan yang lain dan bekerja sesuai dengan fungsinya untuk mengatur masalah yang ada.
  • Suatu sistem informasi (SI) atau information system (IS) merupakan aransemen dari orang, data, proses-proses, dan antar-muka yang berinteraksi mendukung dan memperbaiki beberapa operasi sehari-hari dalam suatu bisnis termasuk mendukung memecahkan soal dan kebutuhan pembuat-keputusan manejemen dan para pengguna yang berpengalaman di bidangnya.

Kegiatan yang dilakukan dalam sistem informasi adalah pengumpulan data di database yang menjadi masukan, kemudian proses pengolahan informasi, pengendalian sistem informasi dan proses keluaran berupa keputusan, kebijakan, dan evaluasi.

3. Apakah dampak internet terhadap dakwah? Jelaskan!

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, utamanya internet, jangan dipahami sebagai ancaman bagi berlangsungnya syiar Islam. Internet dalam konteks dakwah Islam mesti dijadikan media menyampaikan nilai, norma, pengetahuan, dan terbentuknya wawasan islami. Oleh karena itu, sebagai penyampai ajaran Islam, seorang da’i mesti memahami, mengetahui dan menguasai teknologi informasi dan komunikasi guna memuluskan prosesi dakwah. Dengan demikian, pengguna internet dapat memperoleh informasi yang positif guna membimbingnya ke jalan yang diridhai Allah Swt.

Konsekuensi kemajuan di bidang teknologi informasi global mengakibatkan sistem komunikasi bersifat praktis, individual, bahkan masuk ke benak kaum “melek internet” tanpa ada sensor nilai-nilai sosial-kultural dan sosial-religius. Alhasil, dengan watak teknologi yang memiliki produktivitas tinggi ini berpengaruh pada terbentuknya pola sikap sekuler-hedonistik.

Sikap demikian, menurut hemat penulis, terjadi karena tidak seimbangnya informasi yang memuat nilai keagamaan di dunia maya (cyberspace). Sehingga nilai kebajikan yang terkandung dalam ajaran Islam terhijab nilai-nilai kehidupan sekularistik. Maka, realitas dakwah kekinian tak boleh menafikan bentuk komunikasi virtual. Di mana, praktik komunikasi tidak hanya terpaku pada pengertian tatap muka secara fisik saja. Dengan kemajuan sisi teknologi informasi, keniscayaan bahwa dakwah harus mulai memasuki kehidupan masyarakat “melek internet” yang mempraktikkan komunikasi virtual.

Kehadiran internet dalam kehidupan manusia modern, dapat dimanfaatkan untuk mengubah “sikap hidup” dan “keterampilan untuk hidup”. Sebab, secara praktis, para pengguna internet (user) sedang “belajar melakukan”. Mereka juga sedang menambah pengetahuan dengan cara mencari informasi tanpa beranjak dari meja dan kursi. Terakhir, dengan internet mereka sedang belajar mempraktikkan dan belajar tentang pelbagai teori, sehingga dapat dipastikan jika itu akan mengubah sikap dan keterampilan hidup pemakai internet.

Para pengguna internet tentunya akan bersikap hedonistik ketika secara kultural berselancar (surfing) tanpa ada pegangan nilai-nilai normatif, baik diambil dari etika normatif maupun yang diambil dari etika kreatif (metaetika). Aktivis dakwah Islam perlu melakukan upaya pembentukan gerakan internet sehat di kalangan jamaahnya. Tujuannya agar tidak terjebak pada reifikasi (pemberhalaan) seksualitas demi mencari keuntungan ekonomis lewat bisnis yang menggerus umat manusia ke arah abjeksi moral.

Dengan jumlah pengguna internet sekitar 30 juta atau 15 persen dari 240 penduduk Indonesia, terdapat generasi Islam yang membutuhkan panduan nilai etika. Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya” (QS Al-Jaatsiyah: 23). Berarti, etika harus dimasukkan ke benak pengguna internet, yang punya peluang besar memanfaatkan internet sebagai media mengakses hal-hal pornografis. Tugas organisasi Islam di Indonesia adalah membuat pertahanan diri lewat penggodogan format etika bagi masyarakat “melek internet”. Kemajuan teknologi dan sains tidak lantas menjadikan umat Islam sebagai manusia biadab dan tak beradab.

Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi moral-etika sewajibnya memberikan panduan etis dalam menggunakan media internet. Maka model dakwah Islam mestinya diformulasikan secara tepat dengan memanfaatkan akses internet agar umat Islam dapat memeroleh informasi keislaman secara imbang. Diharapkan bentuk dakwah virtual dapat memproteksi user agar memiliki pijakan moral dan nilai ketika berselancar (surfing). Sebab, akan berbahaya ketika internet didominasi laman website yang menghadirkan hal-hal pornografis, sehingga membuat pengguna muslim terkurung abjeksi moral dan kian degradatif.

Dakwah Islam dalam konteks ini dapat berupa penyadaran kolektif lewat pelatihan internet sehat untuk setiap jamaah. Alhasil, ketika mereka mengakses internet di rumahnya, akan melakukan bimbingan pada anaknya agar memanfaatkannya secara sehat. Sebab, di era cyberspace, setiap bentuk seksualitas dapat dijadikan alat pemenuh kebutuhan ekonomi kaum kapitalis (libidonomics). Sehingga, setiap orang yang tidak memiliki landasan etika penggunaan internet akan terjebak pada logika konsumer pasif dunia “esek-esek”. Akibatnya, dapat meracuni pola sikap, tindakan dan pemikiran ke arah laku indivdualis-amoral-liberalis.

Pemblokiran situs porno merupakan langkah awal mencegah terdegradasinya moralitas generasi muda. Namun, akan lebih kokoh lagi jika ulama atau tokoh masyarakat memberikan arahan kepada mereka seputar nilai-nilai etis dalam menggunakan internet. Karena itulah, pendakwah yang melek internet sangat dibutuhkan sekarang ini.

4. Apa yang dimaksud dengan dakwah virtual? Apa manfaat melakukan dakwah virtual?

Saat lingkungan mengalami suatu perubahan yang tidak dapat diprediksi maka dakwah virtual sangat dibutuhkan. Dalam era globalisasi ini, masyarakat telah amat membutuhkan internet (dunia maya) sehingga menjadi netizen, atau masyarakat internet. Dakwah virtual adalah dakwah yang dilakukan dengan media internet dan komputer yang menyebabkan mad’u yang sangat luas dan tak terbatas segmentasinya. Dengan memaksimalkan berbagai fitur dan aplikasi internet, para da’i baik perseorangan maupun organisasi atau lembaga melaksanakan dakwah virtual.

Menanggapi kondisi mad’u yang amat aktif di dunia virtual, maka untuk tetap memberikan informasi dan pendidikan (shibghah) islam dakwah virtual amat dibutuhkan. Tatap muka menjadi tidak terlalu prioritas karena banyaknya keterbatasan seperti tempat, waktu, dan biaya, yang dengan dakwah virtual siapapun bisa menerima tausyiah islam dengan perangkat internet di rumah atau warnet, dan di manapun. Yang tidak kalah penting dengan dilakukannya dakwah virtual adalah para da’i mampu menjawab tantangan teknologi sehingga menjadikannya peluang bukan ancaman.

5. Sebutkan dan jelaskan empat dampak komputer dan sistem informasi terhadap kualitas dakwah?

a. Dakwah menjadi lebih efektif dan efisien, karena setiap langkah dakwah berdasarkan perencanaan yang tersusun rapih dan tepat sasaran dengan bantuan sistem informasi

b. Informasi menjadi lebih mudah diakses oleh yang membutuhkan, sehingga da’i mampu memahami kondisi aktual mad’u, media yang cocok, dan metode yang sesuai sehingga hasilnya lebih maksimal

c. Memungkinkan komunikasi antar dan inter organisasi yang lebih intens, shingga tercipta jaringan dakwah yang luas dan saling menguatkan

d. Evaluasi kegiatan dakwah bisa dilakukan lebih terarah dan membuka peluang perbaikan yang sistematis di masa yang akan datang

6. Apa yang dimaksud dengan local area network (LAN) ? Apa saja komponen dari LAN ? Apa fungsi dari setiap komponen?

LAN (Local Area Network) adalah suatu kumpulan komputer, dimana terdapat beberapa unit komputer (client) dan 1 unit komputer untuk bank data (server). Antara masing-masing client maupun antara client dan server dapat saling bertukar file maupun saling menggunakan printer yang terhubung pada unit-unit komputer yang terhubung pada jaringan LAN. Berdasarkan kabel yang digunakan , ada dua cara membuat jaringan LAN, yaitu dengan kabel BNC dan kabel UTP.

Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:

- Workstation

Workstation merupakan node atau host yang berupa suatu sistem komputer. Sistem komputer ini dapat berupa PC atau dapat pula berupa suatu komputer yang besar seperti sistem minicomputer, bahkan suatu mainframe. Workstation dapat bekerja sendiri (stand-alone) dapat pula menggunakan jaringan untuk bertukar data dengan workstation atau user yang lain.

- Server

Perangkat keras (hardware) yang berfungsi untuk melayani jaringan dan workstation yang terhubung pada jaringan tersebut.pada umumnya sumber daya (resources) seperti printer, disk, dan sebagainya yang hendak digunakan secara bersama oleh para pemakai di workstation berada dan bekerja pada server. Berdasarkan jenis pelayanannya dikenal disk server, file server, print server, dan suatu server juga dapat mempunyai beberapa fungsi pelayanan sekaligus.

- Link (hubungan)

Workstation dan server tidak dapat berfungsi apabila peralatan tersebut secara fisik tidak terhubung. Hubungan tersebut dalam LAN dikenal sebagai media transmisi yang umumnya berupa kabel. Adapun beberapa contoh dari link adalah:

1. Kabel Twisted Pair

· Kabel ini terbagi dua, yaitu Shielded Twisted Pair dan Unshielded Twisted Pair(UTP)

· Lebih banyak dikenal karena merupakan kabel telpon

· Relatif murah

· Jarak yang pendek

· Mudah terpengaruh oleh gangguan

· Kecepatan data yang dapat didukung terbatas, 10-16 Mbps

2. Kabel Coaxial

· Umumnya digunakan pada televisi

· Jarak yang relatif lebih jauh

· Kecepatan pengiriman data lebih tinggi di banding Twisted Pair, 30 Mbps

· Harga yang relatif tidak mahal

· Ukurannya lebih besar dari Twisted Pair

3. Kabel Fiber Optic

· Jarak yang jauh

· Kecepatan data yang tinggi, 100 Mbps

· Ukuran yang relatif kecil

· Sulit dipengaruhi gangguan

· Harga yang relatif masih mahal

· Instalasi yang relatif sulit

- Network Interface Card (NIC)

Suatu workstation tidak dihubungkan secara langsung dengan kabel jaringan ataupun tranceiver cable, tetapi melalui suatu rangkaian elektronika yang dirancang khusus untuk menangani network protocol yang dikenal dengan Network Interface Card (NIC).

- Network Software

Tanpa adanya software jaringan maka jaringan tersebut tidak akan bekerja sebagaimana yang dikehendaki. Software ini juga yang memungkinkan sistem komputer yang satu berkomunikasi dengan sistem komputer yang lain.

 
Peralatan Pendukung LAN
a.    Repeater
·      Pada OSI, bekerja pada lapisan Physical
·      Meneruskan dan memperkuat sinyal
·      Banyak digunakan pada topologi Bus
·      Penggunaannya mudah dan Harga yang relatif murah
·      Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast
·      Hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu.
b.    Hub
·      Bekerja pada lapisan Physical 
·      Meneruskan sinyal
·      Tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan
·      Penggunaannya relatif mudah dan harga yang terjangkau
·      Hanya memiliki satu buah domain collision
c.    Bridge
·      Bekerja di lapisan Data Link
·      Telah menggunakan alamat-alamat untuk meneruskan data ke tujuannya
·      Secara otomatis membuat tabel penterjemah untuk diterima  masing2  port
d.   Switch
·         Bekerja di lapisan Data Link
·         Setiap port didalam swith memiliki domain collision sendiri-sendiri
·         Memiliki tabel penterjemah pusat yang memiliki  daftar penterjemah untuk semua port
·         Memungkinkan transmisi secara full duflex (dua arah)
e.    Router
·         Router berfungsi menyaring atau memfilter lalu lintas data 
·         Menentukan dan memilih  jalur alternatif yang akan   dilalui  oleh data 
·         Menghubungkan antar jaringan LAN, bahkan dengan WAN

7. Sebutkan dan jelaskan beberapa topologi jaringan yang utama!

Untuk mendevelop Local Area Network (LAN) dibutuhkan suatu perencanaan atau bisa kita kenal sebagai topology. Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, star dan peer-to-peer network. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Topologi ini mengacu dan mengadaptasi kepada keadaan jaringan yang ada di lapangan (memungkinkan atau tidaknya digunakan salah satu topologi). Tapi keseluruhan grand design jaringan (pemilihan alat-alat, aksesoris, aktif / pasif device) dan kebijakan yang akan diaplikasikan setelah selesainya suatu project, akan berdasarkan dari pemilihan bentukan Topologi Jaringan ini.

Topologi bus menggunakan satu backbone tunggal yang diterminasikan pada kedua ujungnya. Semua host terhubung langsung ke backbone ini.

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

Topologi star, kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang
terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2
printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program,
data dan printer secara bersama-sama. Pemakai komputer bernama Dona dapat
memakai program yang dipasang di komputer Dino, dan mereka berdua dapat
mencetak ke printer yang sama pada saat yang bersamaan.

Sistem jaringan ini juga dapat dipakai di rumah. Pemakai komputer yang memiliki
komputer ‘kuno’, misalnya AT, dan ingin memberli komputer baru, katakanlah Pentium
II, tidak perlu membuang komputer lamanya. Ia cukup memasang netword card di
kedua komputernya kemudian dihubungkan dengan kabel yang khusus digunakan
untuk sistem jaringan. Dibandingkan dengan ketiga cara diatas, sistem jaringan ini
lebih sederhana sehingga lebih mudah dipejari dan dipakai.

8. Jelaskan;

a. WAN

WAN (Wide Area Network) adalah kumpulan dari LAN dan atau Workgroup yang dihubungkan dengan menggunakan alat komunikasi modem dan jaringan Internet, dari/ke kantor pusat dan kantor cabang, maupun antar kantor cabang. Dengan sistem jaringan ini, pertukaran data antar kantor dapat dilakukan dengan cepat serta dengan biaya yang relatif murah. Sistem jaringan ini dapat menggunakan jaringan Internet yang sudah ada, untuk menghubungkan antara kantor pusat dan kantor cabang atau dengan PC Stand Alone/Notebook yang berada di lain kota ataupun negara.

b. MAN

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

c. 3G

3G (dari bahasa Inggris: third-generation technology) merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000 untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular. Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi telepon nirkabel versi ke-tiga. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki.. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. 3G mengalahkan semua pendahulunya, baik GSM maupun GPRS. Beberapa perusahaan seluler dunia akan menjadikan 3G sebagai standar baru jaringan nirkabel yang beredar di pasaran ataupun negara berkembang

e. Modem

Modem (Modulator-Demodulator) adalah perangkat yang dewasa ini paling banyak digunakan untuk melakukan koneksi ke internet, khususnya melalui saluran telepon. Secara Fisik, modem dapat dibedakan sebagai modem internal dan modem eksternal. Disamping itu, kita mengenal pembagian berdasarkan kecepatan dan cara kerjanya, apakah itu berupa software atau hardware modem. Ada beberapa pembagian lagi yang sifatnya lebih teknis, seperti error control, data compression protocol. Kecepatan sebuah modem diukur dengan satuan bps (bit per second) atau kbps (kilobit per second). Besarnya bervariasi, antara 300 bps hingga 56,6 kbps, namun kecepatan yang umum digunakan dewasa ini berkisar antara 14.4 hingga 56,6 kbps. Makin tinggi kecepatannya tentunya makin baik karena akan mempersingkat waktu koneksi dan menghemat biaya pulsa telepon. Kecepatan koneksi juga sangat bergantung pada kualitas saluran telepon yang digunakan. Modem 56,6 kbps biasanya sangat jarang bisa mencapai kecepatan puncaknya. Umumnya koneksi tercepat yang bisa dicapai lewat saluran telepon konvensional adalah berkisar antara 45-50 kbps untuk downstream, tergantung jarak dari sentral saluran telepon yang digunakan (makin dekat tentunya makin baik), sedangkan untuk upstream maksimal hanya sebesar 33.6 kbps. Hal ini berkaitan dengan keterbatasan saluran telepon yang memang pada dasarnya tidak dirancang untuk komunikasi data berkecepatan tinggi.

9. Mengapa sistem komputer begitu banyak kelemahannya? Jelaskan ancaman yang paling sering menyerang sistem informasi sekarang ini!

Karena komputer dibuat oleh manusia yang tidak lepas dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Ditambah lagi dengan “kreatifitas” keliru dari para hacker yang membuat kekurangan itu semakin besar. Hal ini tentu saja membuka peluang untuk selalu melakukan pengembangan dan perbaikan. Ancaman yang sering menyerang sistem informasi adalah virus, worm, torjan, penyalahgunaan informasi, manipulasi data, kerusakan hardware dan software, faktor tenaga listrik, dll. Beberapa hal tadi sangat bergantung pada sikap mental dari para ahli komputer dan sistem informasi atau dengan kata lain yang terpenting adalah the man behind the gun. Dengan adanya ancaman ini tentu setiap sistem harus melakukan antisipasi dan pencegahan agar kerusakan dan gangguan bisa diminimalisir atau bahkan ditiadakan.

10. Apa yang dimaksud dengan malware? Sebutkan perbedaan antara virus, worm, dan Trojan!

Malware adalah Perangkat perusak berasal dari kata malicious dan software adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, peladen atau jejaring komputer tanpa izin dari pemilik. Istilah ini adalah istilah umum yang dipakai oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam perangkat lunak atau kode perangkat lunak yang mengganggu atau mengusik. Istilah ‘virus computer’ terkadang dipakai sebagai frasa pemikat (catch phrase) untuk mencakup semua jenis perangkat perusak, termasuk virus murni (true virus).Perangkat lunak dianggap sebagai perangkat perusak berdasarkan maksud yang terlihat dari pencipta dan bukan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Perangkat perusak mencakup virus komputer, cacing komputer, kuda Troya (Trojan horse), kebanyakan kit-akar (rootkit), perangkat pengintai (spyware), perangkat iklan (adware) yang takjujur, perangkat jahat (crimeware) dan perangkat lunak lainnya yang berniat jahat dan tidak diinginkan.

· Virus komputer adalah program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri. Tujuan pembuatannya untuk merusak sistem komputer. Virus merupakan program yang dapat menyamarkan dirinya menjadi file video, file audio, dokumen word, serta dapat menyamar dalam bentuk apapun untuk menipu pengguna komputer. Penyamaran tersebut bertujuan agar pengguna komputer tertarik untuk meng-click sehingga virus tersebut aktif. Virus akan menggandakan diri sebanyak-banyaknya di dalam komputer dan berbagai media, contohnya disket, flash disk, dll. Beberapa ciri komputer yang terkena virus, yaitu: sistem operasi berjalan lambat sekali, sering terjadi restart, penggandaan folder, dll.

  • Worm atau cecacing merupakan salah satu jenis virus yang dapat replicate diri mereka sendiri pada jaringan computer (computer network). Mereka tidak perlukan program atau host unuk merebak. Worm ini tidak memerlukan program atau host seperti virus untuk merebak. Apabila worm ini replicate diri mereka sendiri, ini akan melambatkan kelajuan sistem network. Ramai yang salah anggap bahawa, virus adalah worm. Ini tidak benar. Worm adalah virus tetapi virus bukannya worm. Terdapat dua jenis worm, yaitu internet worm dan mass-mailing worm. Jika virus bersarang pada suatu program atau dokumen, cacing-cacing ini tidak demikian. Cacing adalah sebuah program yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan sarang untuk menyebarkan diri. Hebatnya lagi, cacing bisa saja tidak memerlukan bantuan orang untuk penyebarannya. Melalui jaringan, cacing bisa “bertelur” di komputer-komputer yang terhubung dalam satu jaringan. Ia masuk dari suatu kerapuhan (vulerability) dari suatu sistem, biasanya sistem operasi. Setelah masuk ke dalam suatu komputer, worm memodifikasi beberapa pengaturan di sistem operasi agar tetap hidup. Minimal, ia memasukkan diri dalam proses boot suatu komputer. Lainnya mungkin mematikan akses ke situs antivirus, menonaktifkan fitur keamanan di sistem, dan tindakan lain.
  • Trojan horse adalah program yang kelihatan seperti program yang valid atau normal, tetapi sebenarnya program tersebut membawa suatu kode dengan fungsi-fungsi yang sangat berbahaya bagi komputer Anda. Trojan adalah satu program “pemusnah” yang tidak dapat replicate dirinya sendiri. Program ini dilihat seperti amat berguna tetapi sebenarnya tidak. Ini bisa dikatakan seperti “musuh dalam selimut”. Trojan ini wujud dari satu mitos dari Greek. Pada masa peperangan dengan pihak Troy (Trojan), Greek telah meletak sebuah kuda kayu di luar pintu pagar kota Troy. Pihak Troy beranggapan bahawa Greek telah memberikan hadiah sebagai tanda kekalahan. Dan Troy membawa masuk kuda itu ke dalam kota mereka. Apabila malam menjelma, tentara-tentara Greek yang telah bersembunyi keluar dan membuka pintu kota dan membolehkan tentara-tentara Greek masuk ke kota Troy dan menawan kota itu. Situasi ini sama dengan program Trojan ini. Di mana, ia nampak seperti amat berguna dan menarik. Tetapi kemusnahan yang dibawa adalah lebih berbahaya. Anda bisa dijangkiti trojan apabila anda menerima atau mendownload program-program dari Instant Messenging, warez, email attachment dan lain-lain lagi. Untuk membuang program trojan ini amat mudah. Anda hanya perlu mendelete program itu sendiri.

11. Apa keuntungan menggunakan sebuah sistem informasi dakwah !

- Membuat pengambilan keputusan akan lebih efektif dilakukan dan sistematis serta tepat juga cepat, dengan adanya perangkat-perangkat sistem informasi seperti DSS, ESS, dll

- Menjadikan penyusunan perencanaan akan lebih rapih dan terarah karena didukung dengan data dan sistem yang sesuai dengan kebutuhan, dengan adanya data yang lengkap dalam databadse

- Membuat pengawasan dalam aktifitas dakwah bisa terus dilakukan, dengan berbagai aplikasi dan fitur sistem informasi

- Evaluasi proses dakwah bisa lebih mengena dan terukur karena telah tersedia program untuk hal tersebut

- Mempermudah hubungan antar organisasi dakwah dengan sistem telekomunikasi dalam sistem informasi

12. Cari sebuah model sistem informasi dakwah dan buat deskripsinya!

Sistem Peta dakwah (geografic information system) yang memungkinkan para da’i untuk mengetahui karakteristik mad’u dari sisi pendidikan, taraf ekkonomi, kesehatan, keamanan, budaya, demografi, geografis, dll. Dengan adanya peta dakwah, maka kegiatan dakwah dapat direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi dengan lebih efektif dan efisien.

GIS ialah sistem infomasi berbasis komputer yang menggabungkan antara unsur peta (geografis) dan yang dirancang untuk mendapatkan, mengolah, memanipulasi, informasinya tentang peta tersebut (data atribut) analisa, memperagakan dan menampilkan data spasial untuk menyelesaikan perencanaan, mengolah dan meneliti permasalahan.

Dengan menggunakan GIS, para da’i memungkinkan untuk melihat informasi dakwah secara keseluruhan dengan cara pandang baru, melalui basis pemetaan, dan menemukan hubungan yang selama ini sama sekali tidak terungkap.

GIS juga memungkinkan bagi organisasi untuk lebih meningkatkan integrasi organisasi. Artinya dengan database (dalam GIS) ini, seluruh komponen dalam dunia dakwah bisa memamfaatkan. Contoh, disamping mengentri data untuk dakwah, juga bisa dimasukkan data tentang data demografi, tentang jumlah majelis ta’lim, pondok pesantren dan banyak informasi lain yang sekiranya dibutuhkan oleh para da’i.

13. Apa saja karakteristik DSS? Apa perbedaan DSS dan ESS?

Kelas sistem informasi terkomputerisasi pada level yang lebih tinggi adalah Decision Support System (DSS). DSS hampir sama dengan SIM tradisional karena keduanya sama-sama tergantung pada basis data sebagai sumber data. DSS berangkat dari SIM tradisional kerena menekankan pada fungsi mendukung pembuatan keputusan di seluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual masih wewenang eklusif pembuat keputusan. DSS lebih sesuai untuk orang-orang atau kelompok yang menggunakannya daripada SIM tradisional.

Berikut ini akan dibahas mengenai karakteristik dan kemampuan kinerja dari DSS atau Decision Support System, antara lain yaitu :

1. DSS menyediakan dukungan bagi pengambil keputusan utamanya pada situasi semi-terstruktur dan tak terstruktur dengan memadukan pertimbangan manusia dan informasi terkomputerisasi.

2. Dukungan disediakan untuk berbagai level manajerial yang berbeda, mulai dari pimpinan puncak sampai manajer lapangan.

3. Dukungan disediakan bagi individu dan juga bagi grup. Berbagai masalah organisasional melibatkan pengambilan keputusan dari orang dalam grup. Untuk masalah yang strukturnya lebih sedikit seringkali hanya membutuhkan keterlibatan beberapa individu dari departemen dan level organisasi yang berbeda.

4. DSS menyediakan dukungan ke berbagai keputusan yang berurutan atau saling berkaitan.

5. DSS mendukung berbagai fase proses pengambilan keputusan: intelligence, design, choice dan implementation.

6. DSS mendukung berbagai proses pengambilan keputusan dan style yang berbeda-beda; ada kesesuaian diantara DSS dan atribut pengambil keputusan individu (contohnya vocabulary dan style keputusan).

7. DSS selalu bisa beradaptasi sepanjang masa. Pengambil keputusan harus reaktif, mampu mengatasi perubahan kondisi secepatnya dan beradaptasi untuk membuat DSS selalu bisa menangani perubahan ini. DSS adalah fleksibel, sehingga user dapat menambahkan, menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau mengatur kembali elemen-elemen dasar (menyediakan respon cepat pada situasi yang tak diharapkan). Kemampuan ini memberikan analisis yang tepat waktu dan cepat setiap saat.

8. DSS mencoba untuk meningkatkan efektivitas dari pengambilan keputusan (akurasi, jangka waktu, kualitas), lebih daripada efisiensi yang bisa diperoleh (biaya membuat keputusan, termasuk biaya penggunaan komputer).

a. Pengambil keputusan memiliki kontrol menyeluruh terhadap semua langkah proses pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah. DSS secara khusus ditujukan untuk mendukung dan tak menggantikan pengambil keputusan. Pengambil keputusan dapat menindaklanjuti rekomendasi komputer sembarang waktu dalam proses dengan tambahan pendapat pribadi atau pun tidak.

b. DSS mengarah pada pembelajaran, yaitu mengarah pada kebutuhan baru dan penyempurnaan sistem, yang mengarah pada pembelajaran tambahan, dan begitu selanjutnya dalam proses pengembangan dan peningkatan DSS secara berkelanjutan.

9. Pengguna harus mampu menyusun sendiri sistem yang sederhana. Sistem yang lebih besar dapat dibangun dalam organisasi pengguna tadi dengan melibatkan sedikit saja bantuan dari spesialis di bidang Information Systems (IS).

10. DSS biasanya mendayagunakan berbagai model (standar atau sesuai keinginan user) dalam menganalisis berbagai keputusan. Kemampuan pemodelan ini menjadikan percobaan yang dilakukan dapat dilakukan pada berbagai konfigurasi yang berbeda. berbagai percobaan tersebut lebih lanjut akan memberikan pandangan dan pembelajaran baru.

11. DSS dalam tingkat lanjut dilengkapi dengan komponen knowledge yang bisa memberikan solusi yang efisien dan efektif dari berbagai masalah yang pelik.

Decision Support System (DSS) / Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Informasi pada level manajemen yang menggabungkan antara data dan model analisis mutakhir atau peralatan untuk menganalisis data yang mendukung proses pengambilan keputusan semi-terstruktur maupun tidak terstruktur.

-

INPUT

:

Data bervolume rendah

-

PROSES

:

Simulasi, analisis

-

OUTPUT

:

Analisis keputusan

-

USER

:

Staf manajer, profesional

-

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

:

Semi-terstruktur

-

CONTOH

:

Analisis wilayah penjualan

Executive Support Systems (ESS) / Sistem Pendukung Eksekutif

Sistem informasi yang mengarah pada pengambilan keputusan yang tidak terstruktur melalui tampilan grafik dan komunikasi. Bila eksecutive beralih ke komputer, mereka seringnya mencari cara-cara yang bisa membantu mereka membuat keputusan pada tingkat strategis. Executive Support System (ESS) membantu para eksekutif mengatur interaksi mereka dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa di akses seperti kantor. Meskipun ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan oleh TPS dan SIM, ESS membantu pengguna mengatasi problem keputusan yang tidak terstruktur, yang bukan aplikasi khusus, dengan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk memikirkan problem -problem strategis. ESS memperluas dan mendukung kemampuan eksekutif, memungkinkan mereka membuat lingkungan tampak masuk akal.

-

INPUT

:

Data menyeluruh, internal dan eksternal

-

PROSES

:

Interaktif

-

OUTPUT

:

Proyeksi

-

USER

:

Senior managers

-

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

:

Sangat tidak terstruktur

-

CONTOH

:

Rencana operasional 5 tahun

REFERENSI :

-       http://ezine.echo.or.id. Pengenalan Jaringan Lan. Dikases tanggal 28 Desember 2010
-       http://www.pc24.co.id. Klasifikasi Jaringan,  LAN. Dikases tanggal 28 Desember 2010
-       http://id.wikipedia.org. Dikases tanggal 28 Desember 2010
-       Lena Ellitan dan Lina Anatan. 2007. Sistem informasi manajemen. Bandung: alfabeta 
-       Makalah PENGANTAR SISTEM INFORMASI, hand out kuliah
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini