Senin, 29 November 2010

MENJENGUK ORANG SAKIT

-ibn akhdhar-

1. Hukum menjenguk orang sakit
- Hadits nabi saw,
“Dari Abu Hurairah ra, ia mengatakan, ‘Rasulullah saw, bersabda : Hak setiap muslim terhadap muslim lainnya ad lima yaitu, menjawab salam, melawat yang sakit, mengantarkan jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab (mendo’akan) yang bersin ’.”
(HR. Bukhari: 244, dan Muslim II: 344)
- Hadits nabi saw,
“Dari Abu Musa Al-Asy’ari, ia berkata, ‘ Rasulullah saw, bersabda : Beri makanlah yang kelaparan, jenguklah orang yang sakit, dan bebaskanlah tawaran’.” (HR. Bukhari:1215)
- Nabi saw, bersabda :
“Dari Bara bin ‘Azid, ia berkata, ‘Rasulullah saw, memerintah kami akan tujuh hal penting : yaitu agar kami mengantar jenazah, melawat orang sakit, dan menyebarkan salam,…’.” (HR. Bukhari : 1215)
Asal setiap perintah menunjukkan wajib, tetapi karena tidak ada ancaman bagi yang tidak melaksanakannya sama sekali, jadilah hukumnya sunah muakkadah (sunah yang mengikat).

HADITS-HADITS PERGAULAN

-ibn akhdhar-

1. Makruh menjawab dengan kata "aku" bagi orang yang minta izin ketika ditanya "siapa ini?"
• Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Aku datang mengunjungi Nabi saw. lalu menyapa kemudian Nabi saw. bertanya: Siapa ini? Aku menjawab: Aku. Nabi saw. lalu keluar seraya berucap: Aku, aku. (Shahih Muslim No.4011)

2. Pengendara sepatutnya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan kelompok yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada kelompok yang beranggota lebih banyak
• Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jamaah yang beranggota lebih banyak. (Shahih Muslim No.4019)

DA’I DALAM KEHIDUPAN KELUARGA

-ibn akhdhar-

Setelah Muhammad saw, menerima wahyu pertama di Gua Hiro, kemudian beliau resmi diangkat sebagai Nabi dan Rasul Allah. Setelah itu turun wahyu untuk mengajak orang lain terhadap islam yang kemudian dinamakan dengan fase dakwah sirriyah (sembunyi-sembunyi), beliau pertama kali mengajak istrinya yakni Siti Khadijah ra, beliau pun beriman. Kemudian kepada sahabat karibnya yakni Abu Bakar ra, kemudian kepada Ali Bin Abi Thalib ra. sepupunya, dan Zaid bin Haritsah ra, anak angkatnya, mereka pun beriman. Melalui Abu Bakar ra, masuk islamlah Utsman bin Affan ra, Thalhah bin Ubaidilah ra, Sa’ad bin Abi Waqash ra, dan Abdurrahman bin Auf ra. Rasulullah saw, mengokohkan keimanan dan kesabaran mereka dengan melakukan pembinaan (tarbiyah), agar kelak mereka siap untuk berdakwah kepada orang-orang yang tidak sabar dan cenderung menolak dakwahnya. Pembinaan tersebut dilakukan di rumah salah seorang sahabat, yakni Arqom bin Abil Arqom Al-Makhzumi ra,. Mereka dibina oleh Rasulullah saw, tentang tsaqofah islamiyah, yang meliputi tsaqofah jasmaniyah, tsaqofah ruhiah, dan tsaqofah ilmiyah.