Kamis, 08 Maret 2012

Silsilah Nabi Muhammad saw

by ibn akhdhar


'Adnan
Mu'ad
Nizar
Mudar
Ilyas
Mudrika
Khuzayma
Kinana
Al Nadr (Al Quraysh)
Malik
Fihr
Ghalib
Lu'ayy
Ka'ab
Murra
Kilab
Qussayy (Real name: Zayd)
'Abdu Manaf (Real name: Al Mughira)
Hashim (Real name: 'Amr) as Banu Hashim
'Abdu Al Mutallib (Real name: Shaiba)
'Abdullah
MUHAMMAD SAW,

Senin, 02 Januari 2012

definisi dakwah


by fajar ibn akhdhar

Pengertian dakwah yang sering diungkapkan oleh para ahli hampir memiliki kesamaan definisi antara satu dengan yang lainnya. Secara etimologi semua sepakat bahwasanya kata dakwah berasal dari kata benda (Isim) yang diambil dari kata kerja Transitif (Fi’il Muta’adi) yaitu Da’a Yad’u Daiyatan wa da’watan. Yang mengandung nilai dinamika yakni ajakan, seruan panggilan, atau permohonan. Makna-makna tersebut mengandung unsur upaya atau usaha yang dinamis.[1] Adapun secara terminologi, dakwah merupakan suatu proses atau upaya untuk merubah suatu situasi kepada situasi yang lebih baik sesuai ajaran Islam atau proses mengajak manusia ke jalan Allah yaitu al-Islam.[2]
Menurut Ibnu Taimiyah, yang dikutip oleh Syaikh Akram Kassab dari kitab Majmu’ Al-Fatawa, dakwah adalah ajakan untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta pada yang dibawa oleh Rasulullah dengan mempercayai apa yang disampaikan dan mentaati apa yang diperintahkan.[3]
Menurut Syaikh Al-Qardhawi, yang dikutip oleh Syaikh Akram Kassab dari kitab Tsaqah Ad-Daiyah, “Dakwah adalah mengajak keadaan Islam, mengikuti petunjuk-Nya, mengokohkan manhaj-Nya di muka bumi, beribadah kepada-Nya, memohon pertolongan dan taat hanya kepada-Nya, melepaskan diri dari semua ketaatan kepada selain-Nya, membenarkan apa yang dibenarkan oleh-Nya, menyalahkan apa yang disalahkan-Nya, menyuruh kepada yang makruf, mencegah yang mungkar, dan berjihad di jalan Allah, atau dengan kata lain yang lebih singkat, berdakwah kepada Islam secara khusus dan sepenuhnya, tanpa balasan dan imbalan”


[1]     Lihat Asep Muhyidin dan Agus Ahmad Syafe’i, Metode Pengembangan Dakwah, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002), hlm. 27.
[2]     Lihat  A. Hasjmy, Dustur Dakwah dalam Al-Qur’an, (Jakarta: Bulan Bintang, 1994), hlm. 17.
[3]     Lihat Syaikh Akram Kassab, Metode Dakwah Yusuf Al-Qardhawi, terj. Muhyidin Mas Ridha (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), hlm. 1.

Jumat, 29 Juli 2011

MARHABAN YAA RAMADHAN




Angin kemuliaan telah berhembus, menerpa kalbu yang haus sentuhan. Cahaya keridhoan memancar menusuk kegelapan nurani dan pemikiran. kehidupan terasa berlalu tak bernilai. Hela nafas serasa tak ada harganya. Kini waktu peringatan telah datang. Kesempatan tuk membina semuanya ndari awal dan merajut impian masa datang yang gemilang. Ramadhan yang mulia tengah menyapa dengan senyuman merekah menenangkan jiwa dan menyadarkan perhatian.

Akankah kau ku acuhkan kali ini. Di saat kurasa rintangan dan ancaman datang dari segala arah. Di saat kian bingung aku dengan pilihan prioritas. Kini ku berdiri di persimpangan yang mudah tapi terasa amat sulit tuk memilih. Dulu pun aku rasa tak terlalu bagus, kini, entahlah.

Ragam program masih kupikirkan untuk membuatmu semarak dan kian bermakna. Perbaikan dan pengobatan raga dan hati yang seakan tak hidup dengan wajar. Berdiam diri telah seakan kesibukan yang tak mau hilang. Potensi yang menggunung pun seakan tak ada entah kemana. Prasangka telah kian menguras tenaga dan air mata tak bermakna. Bukan! bukan seperti ini yang kuinginkan, bukan ini yang kuharapkan, bukan ini yang kuidam-idamkan.

Keteguhan hati pada Ilahi yang serasa tak bertaji. Dimana kekuatan iman yang dulu kurasa hinggap di dada. Terduduk pun aku bisa merasakan kehadirannya, dulu. Kini, entahlah, aku tak tahu betapa aku telah amat terperosok pada jebakan kemilau panca indera yang melenakan. Waktu kuabaikan dan ilmu kudiamkan tak bergerak. Astaghfirullah... Ampuni hamba-Mu ini Yaa Allah.

Tapi tekadku kurasa bulat, saat inilah kesempatan yang paling berharga buatku. Apapun mereka lakukan tuk menggodaku akan aku hadang dentgan sekuat tenaga. Tak kan kuindahkan nyanyian merdu mereka. Kan kututup mata, telinga, hati pada semua yang menjerumuskan aku pada kehinaan yang tiada tara. Kumohon kekuatan dari-Mu. Moga Ramadhanku kali ini terbaik, terindah, dan paling bermakna. tunggu kelahiranku.......